WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Seusai prosesi Pisowanan Agung sebagai puncak peringatan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo di Alun-Alun setempat, Kamis (24/7/2025), ribuan warga berebut gunungan berisi hasil bumi.
Gunungan berjumlah 15 itu menunjukkan jumlah kecamatan yang ada di Wonosobo. Isi hasil bumi di dalam gunungan juga menggambarkan hasil potensi pertanian di wilayah masing-masing.
Di depan tamu undangan dan peserta Pisowanan Agung juga tersaji ratusan tenong yang dibuat oleh organisasi perangkat daerah (OPD). Tenong berisi nasi bungkus itu dimanfaatkan untuk kembali bujono.
Gunungan yang berisi berbagai hasil panen itu dibagikan sebagai simbol rasa syukur atas berkah alam dan kemakmuran. Warga layak bersyukur atas hasil pertanian yang melimpah.
Ribuan warga sudah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyaksikan prosesi budaya tahunan yang hanya digelar sekali dalam setahun ini.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan bahwa Pisowanan Agung menjadi puncak rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-200 Kabupaten Wonosobo. Warga bisa menikmati hasil bumi dan kembali bujono secara bersama-sama.
“Ya, hari ini adalah puncak acara HUT ke-200 Kabupaten Wonosobo. Kita laksanakan Pisowanan Agung sebagai bentuk penghormatan warga kepada pemimpinnya,” ujar dia.
Terjun Payung

Dia menjelaskan bahwa secara filosofi, Pisowanan Agung merupakan simbol pertemuan besar antara pemimpin dan rakyat. Sebagai pengingat perpindahan pusat pemerintahan dari Plobangan Selomerto ke kawasan Kota Wonosobo.
Afif menyampaikan bahwa sejumlah gunungan memang disiapkan untuk diperebutkan warga, sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan hasil panen masyarakat.
“Ya, tadi ada banyak gunungan berisi hasil bumi yang diperebutkan oleh warga, sambil mereka menanti atraksi terjun payung,” ujar Bupati Wonosobo.
Selain itu, Bupati Afif juga melakukan ritual simbolik dengan mencipratkan air Birat Sengkolo ke empat penjuru mata angin.
Ritual penciptaan air suci yang diambil dari 7 tuk di Wonosobo sebelumnya itu, sebagai bentuk doa tolak bala dan permohonan keselamatan untuk seluruh wilayah Wonosobo.
Yang menghebohkan, sesaat setelah rebutan gunungan hasil bumi, warga dikejutkan dengan turunnya tiga penerjun payung dari udara tepat di posisi tenggara Alun-Alun.
Tiga penerjun payung, yang satu di antaranya adalah perempuan, bisa mendarat dengan sempurna. Ketiganya pun mendapatkan perhatian khusus pengunjung dan saling berebut untuk mengabadikan proses pendaratan lewat ponsel.
Muharno Zarka













