KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Para nelayan di pantai selatan Kecamatan Ayah, Kebumen, kini sedang menikmati panen ikan layur.
Dalam sehari para nelayan yang menggunakan kapal jenis fiber glass di tempat pendaratan ikan (TPI) Karangduwur Ayah mengaku memperoleh hasil ikan layur 60 kg sampai 1,5 kuintal. Sekarang ini harga ikan layur per kilogram Rp 35.000-Rp 40.000.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen Beja dihubungi di TPI karangduwur Kamis (24/7) mengungkapkan, kondisi ombak laut selatan cukup bersahabat sehingga para nelayan bisa relatif tenang mencari ikan.
Namun hanya sebagian kecil nelayan melaut. Sedangkan masih banyak kapal nelayan di TPI Karangduwur bersandar alias menepi menunggu musim ikan tiba. Tantangan lain bagi nelayan Kebumen karena pada bulan tertentu ombaknya tinggi.

Menurut Beja, pada bulan Juli ini paling banyak hasil tangkapan nelayan ikan layur. Selain itu juga ada ikan kembung. Namun hasil tangkapan ikan kembung tidak sebanyak ikan layur.
”Ombak saat ini bagus dan relatif tenang sehingga aktivitas nelayan nomal,”ujar pria yang juga Ketua Tim SAR nelayan Lawet Perkasa Ayah tersebut.
Kabupaten Kebumen memiliki panjang pantai sekitar 57 km, terdapat sejumlah TPI. Paling banyak ada di wilayah Kecamatan Ayah. Di antaranya TPI Pasir, TPI Pedalen di Desa Argopeni, TPI Karangduwur dan TPI Logending. TPI Logending berbatasan dengan Desa Jetis Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap.
Mengutip data Direktorat Meteorologi Maritim BMKG, pada 24 Juli 2025 prakiraan cuaca di Samudera Hindia selatan Jateng cuaca berawan tebal. Tinggi ombak sekitar 2,4-2,7 meter atau tergolong sedang. Angin bertiup ke arah barat.
Komper Wardopo













