blank
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mencicipi semangka tanpa biji yang merupakan hasil andalan pertanian di Grobogan. Foto: Tya Widya.

TEMANGGUNG (SUARABARU.ID) – Kehadiran Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menjadi energi baru bagi insan pertanian di event Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) Jawa Tengah 2025.

Wamen Sudaryono menjadi rebutan para pengunjung yang ingin berswafoto. Hal itu terlihat juga saat ia menyambangi stan Dinas Pertanian Grobogan.

Wamen Sudaryono yang merupakan putra daerah Kabupaten Grobogan itu terlihat lebih lama berada di sana.

BACA JUGA : LBH Ansor Kudus Dukung Langkah Kapolres Usut Tuntas Kasus Dugaan Judi yang Libatkan Oknum DPRD

Kerinduan akan kampung halamannya pun terobati dengan berbagai macam camilan buatan pelaku UMKM serta hasil pertanian buah-buahan dari para petani Grobogan.

Sudaryono juga berkesempatan untuk mencoba foto di atas Traktor Jerami buatan Marjan, petani yang juga seniman asal Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan.

Banyak pengunjung berteriak memanggil nama Sudaryono saat berada di atas Traktor Jerami tersebut.

“Ayo pak, foto-foto,” ujar pengunjung.

Usai berfoto di atas Traktor Jerami tersebut, pria yang akrab disapa Mas Dar ini langsung masuk ke dalam stan disambut hangat Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady.

Di kesempatan itu, Kukuh memberikan penjelasan tentang apa saja yang dibawa Dinas Pertanian Grobogan dalam event PADI 2025 kepada Sudaryono.

Kukuh memperkenalkan Traktor Jerami, inovasi Profesor Tani dan juga hasil pertanian para petani Grobogan serta Pajale Band.

blank
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat menjajal Traktor Jerami bikinan petani Gabus. Foto: Tya Widya.

“Ini kita bawa macam-macam, ada buah-buahan dan sayuran yang merupakan hasil bumi petani Grobogan. Ada melon, ada alpukat, semangka, monggo Mas Wamen mencicipi,” ujar Kukuh.

Berikan Pujian 

Mas Dar yang merupakan putra daerah Grobogan ini mencicipi buah-buahan yang merupakan hasil panen para petani buah.

Beberapa buah seperti melon premium sweet nine, lavender dan hammy dicicipinya. Begitu juga semangka tanpa biji, alpukat dan belimbing.

“Alpukat enak, semangka tanpa biji manis, belimbingnya juga enak,” ujar pria asal Tambirejo, Toroh ini.

Mas Dar juga memuji hasil kedelai varietas lokal Grobogan yang tidak mengandung GMO.

“Kedelai varietas lokal Grobogan keren. Ini NonGMO, diolah jadi tahu dan tempe hyigiene. Ada juga ini kecap khas Grobogan, semua lengkap. Produk lokal Grobogan,” ujar Mas Dar, memperkenalkan hasil produk pertanian Grobogan.

Ia juga memberikan ucapan selamat dan mendukung para petani Grobogan untuk terus berinovasi, seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.

“Sukses buat pertanian grobogan, terus berinovasi, dan menjadi lumbung pangan nasional,” jelas Mas Dar.

Laris Manis

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Kukuh Prasetyo Rusady berterima kasih atas kehadiran Wamen Pertanian, Sudaryono.

Dengan bantuan promosi tersebut menjadikan produk lokal petani Grobogan semakin dikenal masyarakat dari luar Grobogan, utamanya para pengunjung expo PADI Jawa Tengah 2025 ini

“Laris manis. Alhamdulilah, produk pertanian lokal dari daerah kita di Grobogan ini semakin dikenal masyarakat, terutama pengunjung expo PADI Jawa Tengah 2025,” ungkap Kukuh.

TYA WIDYA