blank
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh

SEMARANG SUARABARU.ID : Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, meminta agar program Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Gubernur Ahmad Luthfi digelar secara merata di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Pasalnya program yang bertujuan untuk mengendalikan kenaikan harga bahan pokok sekaligus menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat ini baru digelar di 10 kabupaten.

Dalam pernyataannya, Saleh mengapresiasi upaya Pemprov Jateng dalam menstabilkan harga pangan. Namun, ia meminta agar program ini diperluas secara merata ke seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

BACA JUGA : Tim dan Pengurus 2025 -2030 Sangat Solid, Mohammad Saleh Optimis Golkar Jateng Penuhi Target

“Pemerataan program ini sangat penting untuk memastikan seluruh masyarakat Jawa Tengah merasakan manfaatnya,” ujarnya di Kota Semarang, Rabu (9/7/2025).

Menurut Saleh, kenaikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula telah menjadi keluhan utama masyarakat.
Program ini dianggapnya sebagai langkah strategis untuk meredam dampak inflasi pangan yang kian terasa, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah.

blank
pangan murah (ilustrasi)

Namun, Saleh menyoroti bahwa pelaksanaan program ini masih terbatas pada beberapa wilayah tertentu. Ia menilai, banyak daerah lain, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil, belum mendapatkan akses yang memadai terhadap program ini.

“Banyak masyarakat di pelosok yang juga membutuhkan akses ke bahan pokok dengan harga terjangkau,” ungkap Ketua DPD Partai Golkar Jateng tersebut.

Lebih lanjut, dia mendorong Pemprov Jawa Tengah untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Hal ini diperlukan untuk memastikan distribusi bahan pangan murah dapat menjangkau seluruh wilayah secara efektif dan efisien.

BACA JUGA : Mohammad Saleh Dorong Pemprov Agar Garap Potensi Wisata Muslim

Mohammad Saleh juga menyarankan adanya pemetaan kebutuhan pangan di setiap daerah untuk mendukung pelaksanaan program.

Dia berharap program ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat menjadi solusi jangka panjang. Ia mengusulkan agar pasar pangan murah digelar secara berkala di setiap kabupaten/kota sebagai bagian dari kebijakan ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, dia juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pelaku usaha pangan.

“Jika program ini dilaksanakan secara merata dan berkelanjutan, saya yakin dampaknya akan sangat signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” pungkas Saleh.

Adapun Program Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan bagian dari strategi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk menjaga ketahanan pangan di tengah gejolak harga pasar.

Melalui program ini, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, yang disubsidi atau disediakan langsung oleh pemerintah melalui kerja sama dengan berbagai pihak.