blank
Wahidin Hasan saat menjelaskan tentang dasar-dasar jurnaistik. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Yayasan Mutiara Hati Semarang, belum lama ini menggelar pelatihan jurnalistik bagi guru dan pegawai dari unit PAUD, SD, hingga SMP, di lingkungan yayasan.

Kegiatan ini berlangsung di Aula SMPIT Mutiara Hati, dengan menghadirkan narasumber Wahidin Hasan, seorang jurnalis senior dari media daulat.co

Pelatihan ini bertujuan, membekali para pendidik dengan keterampilan jurnalistik dasar yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun pengelolaan media informasi sekolah.

BACA JUGA: Penari Gen-Z Memukau Penonton dengan Sendratari “Kisah Cinta Rama dan Shinta”

Materi yang diberikan meliputi, dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis berita, penyusunan press release sekolah, penulisan artikel dan kolom, hingga praktik mendesain dan mengelola website sekolah.

Ketua Panitia Pelaksana, Intan Bintang Wijaya mengatakan, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para guru, dalam menyampaikan informasi sekolah dengan lebih sistematis, kreatif, dan informatif.

”Tujuannya, agar media sekolah tidak hanya aktif, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem literasi yang hidup di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Mau Mendirikan Akademi Bonsai

Sementara itu, dalam paparannya Wahidin Hasan menekankan, pentingnya menjadikan sekolah sebagai pusat literasi. Menurutnya, kegiatan menulis menjadi bagian integral dari literasi sekolah yang perlu dipraktikkan guru, dalam seluruh proses pembelajaran.

”Sebagai media belajar, semua kegiatan sekolah seharusnya berbasis literasi. Guru dituntut untuk mempraktikkan kegiatan menulis dalam proses belajar-mengajar, sekaligus membimbing peserta didik, agar terbiasa membaca dan menulis, yang merupakan fondasi utama dari literasi sekolah,” jelas Wahidin.

Dia menambahkan, kehadiran jurnalis sekolah sangat strategis dalam mendukung budaya literasi. Guru yang memahami dasar-dasar jurnalistik, akan lebih siap memproduksi konten edukatif yang inspiratif, dan membangun citra sekolah yang positif.

BACA JUGA: Pebalap Asal Sleman Raih Podium Tertinggi di Sirkuit Magny Cours Prancis

Pelatihan ini diikuti 19 peserta, dari berbagai unit pendidikan di bawah Yayasan Mutiara Hati Semarang. Antusiasme peserta terlihat tinggi, selama pelaksanaan kegiatan.

Sebagai tindak lanjut, panitia merencanakan pendalaman materi melalui program pendampingan dan sesi Zoom Meeting. Dengan demikian, para tenaga pendidik diharapkan dapat langsung mempraktikkan dan memahami teknik penulisan secara menyeluruh.

”Harapan kami, dari pelatihan ini akan lahir para jurnalis sekolah, yang tidak hanya produktif menulis, tetapi juga mampu menghidupkan media sekolah, sebagai sarana pembelajaran dan inspirasi bagi masyarakat luas,” tukas Intan.

Riyan