WONOSOBO (SUARA BARU.ID)-Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan launching program inovasi “Pandu Berseri Asiiik” di sela-sela peresmian Ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Sarasehan HUT ke-30 RSI, di komplek RSI setempat, Sabtu (5/7/2025).
Penandatangan MoU atau nota kerjasama dilakukan oleh Direktur RSI dr H Sudomo dan Kepala Disdukcapil Wonosobo, H Tarjo, SSos MSi. Penandatangan MoU disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina RSI KH Mukhottob Hamzah dan Ketua Umum Yayasan RSI, Dr H Jaelan Sulat, MKes.

Program “Pandu Berseri Asiiikk” merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah dan gratis bagi pasien. Layanan tersebut mencakup pembuatan dan penerbitan akta kelahiran, KK, KIA, akta kematian, hingga perekaman KTP-el. Program ini menjadi contoh birokrasi yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi RSI dan Disdukcapil yang telah menunjukkan inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan pelayanan publik yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ini adalah wujud nyata sinergi lintas sektor melalui kolaborasi antara pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan dan penguatan nilai-nilai sosial. Ini akan menjadi fondasi dalam membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat, tertib dan berdaya,” katanya.
Afif menyebut RSI telah bertransformasi sebagai institusi layanan kesehatan yang modern, inklusif dan siap menjawab tantangan zaman. Kolaborasi lintas sektor melalui program “Pandu Berseri Asiiikk” adalah salah satu wujudnya.
Kolaborasi ini merupakan wujud reformasi birokrasi yang berorientasi hasil, dengan dukungan payung hukum kesepakatan bersama yang memberikan arah strategis untuk memperluas layanan publik dan kesehatan. Keberhasilan pelayanan publik ke depan akan sangat ditentukan inovasi baru,” tegasnya.
Kepala Disdukcapil Wonosobo Tarjo menambahkan pihaknya berusaha adaptif dan inovatif dalam mengembangkan pelayanan publik berbasis kolaborasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus mendorong perluasan layanan yang semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Sinergi lintas sektor ini tentu akan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin komprehensif dan berkelanjutan. Dengan perpaduan tiga unsur penting, yakni kesehatan, administrasi kependudukan dan penguatan nilai-nilai sosial,” cetusnya.
Ketiganya, lanjut Tarjo, menjadi fondasi dalam membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat, tertib administrasi dan berdaya secara sosial. RSI telah menunjukkan kesiapannya dalam menjawab kebutuhan layanan yang lebih inklusif dan berkualitas.
“Program ini adalah Pelayanan Administrasi Kependudukan Berkolaborasi dengan RSI yang Amanah, Sinergi, Islami, Integritas dan Inovatif, Kompeten Komitmen (Pandu Berseri Asiiikk).
Program ini untuk mewujudkan birokrasi dapat bergerak lebih cepat, lebih peduli dan lebih dekat dengan masyarakat,” paparnya.
Hal itu, menurutnya, adalah langkah konkret dalam menghadirkan pelayanan publik yang menyeluruh dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat secara cepat, mudah dan gratis.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menata ulang langkah pemerintah dalam membangun ekosistem layanan publik yang lebih terhubung dan berkeadilan,” katanya.
Ditambahkan Tarjo, program layanan publik melalui inovasi “Pandu Berseri Asiiikk” ini merupakan tindaklanjut MoU antara Pemkab Wonosobo dengan RSI pada 20 Maret 2025 lalu. Kini program ini sudah dicoba dan dilaksanakan serta bisa berjalan lancar.
“Kolaborasi layanan publik Disdukcapil dengan berbagai pihak, sudah dilakukan ke-15 kali ini. Kalau yang terkait kesehatan atau rumah sakit nanti semua bayi yang lahir pulang sekaligus sudah membawa Akta Kelahiran, Kartu Indentitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) yang baru,” tegasnya.
Pihaknya menyampaikan kerjasama Disdukcapil Wonosobo juga dilakukan dengan toko buku, salon kecantikan dan tempat wisata Kiai Langgeng Magelang. Kalau anak ke tempat tersebut membawa KIA dapat potongan harga 20 persen. Ini merupakan tindaklanjut kerjasama Pemkab Wonosobo dengan Pemerintah Kota Magelang.
Muharno Zarka













