JEPARA (SUARABARU.ID)– Reuni perdana alumni SMAN 1 Bangsri angkatan 2001 menjadi momen hangat yang membekas di hati. Lebih dari sekadar temu kangen, kegiatan ini menjadi ajang mempererat kembali silaturahmi sekaligus menggugah kembali nilai perjuangan dan semangat emansipasi RA Kartini.
Yang membuat reuni ini istimewa, salah satu alumni, Laila Witiarso, yang kini menjabat sebagai Istri Bupati Jepara, memperkenalkan Kamar Pingitan Kartini kepada para guru dan teman-teman seangkatannya. Ia menuturkan bahwa dari ruang sederhana itulah RA Kartini memulai langkah-langkah besarnya. “Pendidikan dimulai dari meja kecil di kamar itu. Di sanalah lahir ide-ide besar yang terus hidup hingga hari ini,” ungkap Laila kepada penulis.
Sebagai alumni SMAN 1 Bangsri tahun 2001, Laila menyampaikan rasa bangga dan syukurnya dapat kembali bertemu dengan para guru serta rekan satu angkatan. Kamar Pingitan Kartini, menurutnya, bukan sekadar ruang fisik, tetapi juga simbol semangat perempuan Jepara dalam meraih kemajuan melalui pendidikan dan karakter yang kuat.

Acara reuni yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara ini dihadiri lebih dari 70% alumni serta para guru yang selama ini membimbing mereka di masa sekolah. Ketua panitia, Surya Agusetiawan, menyampaikan bahwa reuni ini adalah bentuk nyata ikatan emosional yang tidak pernah putus. “Ini bukan hanya mengenang, tapi membangun kembali tali persaudaraan yang dulu sangat kuat,” ujarnya.
“Dulu, setiap ujian selalu diawali dengan istighosah. Hari ini, kita kembali berdoa, bersyukur melihat anak-anak kami tumbuh menjadi sosok yang berhasil,” ucap Abunawi Ahmad, guru sekaligus sosok yang banyak dikenang oleh para alumni dengan penuh haru.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat Laila Witiarso menyampaikan pidato. Ia berterima kasih atas semua bimbingan guru, serta mengajak seluruh alumni untuk menjaga moral, memperkuat tanggung jawab sosial, dan bersinergi membangun daerah. “Dari kita semua, Jepara bisa tumbuh, berkembang, dan maju,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, “Melalui Kamar Pingitan Kartini, saya ingin teman-teman lebih dekat dengan semangat beliau. Kartini bukan hanya tokoh sejarah, tetapi simbol keberanian, kecintaan pada ilmu, dan kekuatan karakter yang sangat relevan dengan zaman sekarang.”
Acara yang berlangsung santun namun penuh keakraban ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Jepara, Muh Taksin, yang mewakili pemerintah daerah. Hadir pula para guru tercinta Laila seperti Ibu Ida Fitriningsih, Ibu Rohmiyati, Ibu Sriyatmi, Ibu Titin, Ibu Rosmiyati, Bapak Nuryahya, Bapak Nur Kholik, Bapak Adi, serta Kepala SMAN 1 Bangsri, Bapak Fadeli.
Dalam sambutannya, Fadeli menyampaikan falsafah Jawa, yang mengandung harapan bahwa alumni tidak hanya sukses secara ekonomi (sugeh bondo), tapi juga kaya ilmu dan pengalaman (sugeh donyo), serta memiliki akhlak mulia dan hidup yang dirahmati (mulyo).
“Kesuksesan sejati bukan sekadar harta atau jabatan. Yang utama adalah memberi manfaat bagi orang lain, menjaga hubungan baik, dan tetap rendah hati,” tegas Fadeli.
Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat RA Kartini yang diperkenalkan Laila Witiarso. Reuni ini pun menjadi bukti bahwa kebersamaan bisa menjadi jembatan untuk menyatukan kembali semangat masa lalu, menumbuhkan harapan hari ini, dan membangun masa depan bersama.
Hadepe-Budi Prihartini













