Oleh: Amir Machmud NS
// para penari hadir alami/ dari bumi samba/ mengekspresikan naluri/ dalam estetika sepak bola/ menemukan seni dan jatidiri/ yang tak ada/ di belahan lain dunia//
(Sajak “Seniman Samba”, 2025)
SIAPAKAH penerus Neymar Junior sebagai representasi sejati seni sepak bola Brazil?
Orang mungkin akan merujuk Vinicius Junior, Rodrygo Goes, atau Endrick. Banyak yang belum menyentuh nama ini: Estevao Willian!
Neymar menjadi sosok terakhir yang murni mewakili Brazil sebagai “seniman Samba” yang memiliki ekspresi skill eksepsional ketimbang umumnya bintang-bintang sepak bola dunia lainnya. Pemain binaan FC Santos yang sempat moncer di Barcelona dan Paris St Germain itu bahkan pernah dibanding-bandingkan dengan Lionel Messi, termasuk oleh legenda Brazil Pele yang mengklaim “Neymar lebih baik dari Messi”.
Itu adalah konsekuensi pembandingan pemain yang mengorbit pada era yang sama. Ada Messi, Ronaldo, dan Neymar dengan kelebihan masing-masing.
Dan, Neymar memang dikenal suka unjuk teknis “aneh-aneh” yang khas seni Brazil. Dari dribel, cara mencetak gol, ball screening, hingga aneka nutmeg mengecoh lawan yang bahkan pernah dikecam tidak menggambarkan perasaan respek.
Lalu siapa Estevao Willian Almeida de Oliveira Goncalves yang disebut-sebut sebagai talenta terbaik Brazil saat ini?
Dalam rentang sejarah, Brazil melahirkan jago-jago pinjunjul yang tidak muncul dalam satu dekade antara lain Edson Arantes do Nascimento “Pele”, lalu Arthur Coimbra “Zico”, Rivaldo, Ronaldo Luis Nazario, Ricardo Kaka, Robinho, Ronaldinho, atau Neymar.
Setelah era Neymar, ada beberapa nama yang hadir, tetapi menandai “kevakuman” dalam atensi yang meramaikan media. Walaupun ada Vinicius dan Endrick; namun gemanya tidak sedahsyat Neymar.
Jadi seperti apa kemunculan Estevao yang kini sudah digaet Chelsea dari Palmeiras dengan harga 29 juta poundsterling pada Mei 2024?
Palmeiras menyertakan klausul, Estevao masih akan bermain untuk mereka di Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat, sebelum bergabung ke Stamford Bridge. Dan, di turnamen tersebut, dia memamerkan aksi-aksi eksepsional. Dua kali, ketika melawan FC Porto dan Al Ahli, Estevao terpilih sebagai man of the match.
Deretan Wonderkid
Estevao menjadi pendatang yang langsung mengisi deret baru elite wonderkid dunia. Yang paling menonjol adalah bocah Spanyol Lamine Yamal di Barcelona, dan “daun muda” Prancis, Desiree Doue yang bermain untuk PSG.
Ada pula Ibrahim Rabbaj yang kini sedang ditempa oleh Akademi Chelsea, dan bukan tidak mungkin remaja yang penampilannya sangat mirip dengan Leo Messi itu akan menjadi Trio The Blues yang menakjubkan bersama Cole Palmer dan Estevao.
Nama-nama yang lebih dulu muncul seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, Jamal Musiala, Florian Wirtz, Arda Guler, atau Amat Diallo, juga tetap bakal mewarnai musim-musim ke depan berbagai liga Eropa.
Ketika diperbandingkan dengan Neymar, artinya Estevao Willian memiliki tempat tersendiri dalam kesinambungan bakat samba. Apalagi pelatih nasional Selecao Carlo Ancelotti tak ragu untuk memanggilnya ketika Brazil berhadapan dengan Ekuador dalam laga Pra-Piala Dunia, belum lama berselang.
Di mata Ancelotti, Estevao adalah bakat istimewa. “Dia punya karakter, dia anak baik dan rendah hati. Dengan pemain muda, kita harus sabar dan berhati-hati. Dia memiliki karakteristik yang sangat penting bagi masa depan tim nasional”.
Mantan pemain sayap Chelsea dan timnas Brasil, Willian mengatakan, Estevao memiliki potensi besar seperti Lamine Yamal. “Mereka punya gaya yang mirip. Saya berharap dia bisa sangat sukses di Inggris bersama Chelsea,” ungkapnya kepada ESPN (tribunnews.com, 15 Juni 2025)
Sedangkan Kepala Akademi Palmeiras, Joao Paulo Sampaio merasakan, ada atmofer opini di Brazil, bahwa bocah dari kawasan pedesaan Sao Paulo itu merupakan pemain yang hanya lahir sekali dalam satu dekade, dan tampaknya akan mencapai puncak. “Estevao adalah pemain terbaik yang muncul sejak Neymar. Anda menontonnya, dan Anda akan jatuh cinta,” kata Sampaio kepada BBC Sport.
Estevao adalah anggota dari apa yang di Brazil disebut sebagsi “geracao do bilhao”, generasi pemain termasuk Endrick yang kini bergabung dengan Real Madrid, juga bintang baru West Ham Luis Guilherme.
Dia dijuluki Messinho (Messi kecil), namun kini menolak predikat tersebut. Dia ingin menjadi diri sendiri. Sejak Piala Dunia U-17 2023, media telah mempromosikannya, “Brazil memiliki genius baru”.
Sampaio mencatat keistimewaan Estevao antara lain karena kemauannya yang keras. Dia menceritakan pengalaman di Kejuaraan U-17 Brazil ketika Estevao mengalami cedera patah salah satu jari kaki dalam laga penentuan, namun dia tetap ngotot bermain dengan disuntik penghilang rasa sakit.
Dengan aksi-aksi memikatnya di Piala Dunia Antarklub, dia bakal membawa perspektif baru bagi pelatih Enzo Maresca di Chelsea. Di klub London Barat itu, dengan kemampuannya yang fungsional, dia bisa masuk lebih cepat ke tim utama.
Ya, industri sepak bola bergerak ke arah regenerasi yang segar lewat para anak ajaibnya. Salah satu permata itu adalah Estevao Willian, penerus seni sepak bola Samba…
— Amir Machmud NS; wartawan Suarabaru.Id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah —













