
Kearifan Lokal
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan(Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo menambahkan, peringatan hari jadi diawali dengan prosesi serah terima dan kirab panji di sekitar Alun-Alun Wonosobo.
Selanjutnya akan dilakukan kirab di seluruh kecamatan dan desa di Wonosobo dengan berbagai acara gelar budaya sesuai kearifan lokal masing-masing.
Prosesi penyerahan panji-panji diawali dengan penyerahan Songsong Catragung Pangayom oleh Bupati kepada Camat se-Wonosobo, berupa payung klasik sebagai simbul pengayom.
“Seorang pemimpin pemerintahan harus menjadi pengayom bagi warganya dalam menjamin ketentraman, kesejahteraan dan keamanan,” jelasnya.
Sedangkan Tombak Korowelang Kantentreman yang diserahkan Kapolres kepada Kapolsek se-Wonosobo, merupakan benda pusaka yang ada sejak berdirinya Wonosobo, sebagai pusaka pertahanan dalam menghela serangan penjajah.
Pada masa modern saat ini, musuh bersama yang harus dihadapi adalah, kemiskinan, keterbelakangan pendidikan serta ketimpangan sosial.
Adapun, bendera lambang daerah (Panji Gegunungin Praja) merupakan identitas lokal yang diserahan dari Ketua DPRD Wonosobo kepada Sekcam se-Wonosobo.
Sedangkan bendera merah putih (sang saka dwi warna) manandai bahwa Wonosobo merupakan bagian dari NKRI yang diserahkan oleh Dandim 0707 Wonosobo kepada Danramil se-Wonosobo.
Prosesi Pasrah Tampi Panji Miwah Pusaka diawali oleh Kecamatan Kaliwiro diikuti 14 kecamatan lainnya dan diakhiri oleh Kecamatan Kalibawang.
“Kami ingin lebih banyak melibatkan masyarakat agar perekonomian masyarakat juga ikut terangkat. Sehingga bukan hanya kemeriahan yang ingin kita hadirkan, tapi juga dampak peningkatan ekonomi yang bisa dirasakan,” ujarnya.
Muharno Zarka













