blank
Ema Rahmawati (kanan), saat memberikan pemahaman terkait pola komunikasi orang tua dengan anak. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Unit Pelaksana Non Struktural (UPNS) Konseling Mahasiswa Universitas Semarang (USM), menggelar seminar kesehatan mental remaja dalam perspektif organisasi pemberdayaan kesejahteraan keluarga, yang berlangsung di Auditorium Ir Widjatmoko USM, Senin (30/6/2025).

Dalam kegiatan itu, menggandeng beberapa instansi seperti tim penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Forum Anak Kota Semarang, dan Layanan Psikologi USM.

Hadir pada acara ini, Ketua Senat Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti MM Psikolog, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH, dan Kaprodi S1-Psikologi USM Yudi Kurniawan SPsi MPsi Psikolog.

BACA JUGA: UPNS Wasbang USM Adakan Edukasi Literasi Digital Berwawasan Kebangsaan

Ketua UPNS Konseling Mahasiswa USM, Kimi Katkar SPsi MSi mengatakan, seminar ini digelar untuk menumbuhkan kesadaran kolektif kepada orang tua dan remaja, terkait peningkatan kesehatan mental yang berhasil menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya hal itu.

”Meskipun kesehatan mental ini tidak terlihat secara fisik, akan tetapi berpengaruh sekali dan berdampak pada psikisnya. Jadi agar dari sisi ayah, ibu, maupun anak bisa lebih peka dan lebih peduli lagi, terhadap kesehatan mental mereka,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng, Ema Rahmawati berharap, pola komunikasi orang tua terhadap anak dapat berubah. Alih-alih memberikan judgement, diharapkan orang tua lebih fokus mendengar apabila sedang berinteraksi dengan anak.

”Oleh karena itu, Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng mempunyai program Paredi, yaitu pola asuh anak remaja dengan penuh cinta, kasih sayang di era digital. Karena bagaimanapun, orang tua sekarang harus siap dengan perubahan-perubahan komunikasi dan perilaku. Melalui program ini, diharapkan kepada keluarga bisa memberikan pola asuh yang benar pada anak-anak,” tegasnya.

Riyan