SEMARANG (SUARABARU.ID)– Unit Penunjang Non Struktural (UPNS) Pusat Studi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Universitas Semarang (USM), mengadakan edukasi dengan tema ‘Literasi Digital yang Berwawasan Kebangsaan’, melalui siaran di USM TV, Senin (30/6/2025).
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin program dari UPNS Wasbang, dalam rangka mewujudkan visi misi USM. Dengan bimbingan dan arahan dari Wakil Rektor III USM, Dr Muhammad Junaidi SHI MH, kegiatan ini digelar dengan latar belakang lunturnya rasa cinta terhadap Tanah Air Indonesia.
Selain itu juga, banyak anak-anak muda yang melupakan identitas Bangsa Indonesia, di tengah perkembangan digitalisasi.
BACA JUGA: BKBH USM-Pemkab Semarang Beri Penyuluhan Hukum Warga Tuntang
”Banyak anak-anak muda yang tidak menyayangi dirinya sendiri, sehigga terjerumus ke seks bebas, narkoba, prostitusi online, hingga judi online. Sehingga merupakan suatu panggilan bagi UPNS Wasbang, untuk melakukan pembinaan karakter bela negara, guna menanamkan rasa cinta terhadap Tanah Air tercinta, di era digitalisasi,” kata Junaidi.
Dalam edukasi melalui siaran di USM TV itu, hadir Dekan Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) USM, Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom.
Prind sengaja dihadirkan, untuk mencapai target luaran kegiatan yaitu, anak-anak remaja mampu mengaktualisasikan karakter bela negara, berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
BACA JUGA: USM Hadir sebagai Motor Penggerak Peradaban
Dengan kecanggihan teknologi saat ini, masyarakat lebih suka melihat konten di media sosial, daripada membaca koran atau surat kabar.
”Melalui konten yang dibuat mahasiswa, dan diupload di media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya, harapannya mampu menyebarkan informasi lebih luas lagi, mengenai karakter bela negara kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua UPNS Pusat Pendidikan Wasbang USM, Dr Tri Mulyani SPd SH MH menegaskan, anak-anak muda merupakan agen perubahan bangsa, menuju terwujudnya cita-cita yang menjadi tujuan Negara Indonesia. ”Bagaimana anak-anak muda mampu melakukan bela negara, sedangkan dia sendiri tidak mencintai dirinya sendiri,” ungkapnya.
Riyan













