
Salah satu aspirasi disampaikan oleh Sukirman, nelayan asal Desa Malang. Ia mengusulkan pembangunan pemecah gelombang di Pantai Roro Inten agar nelayan tetap bisa melaut meskipun gelombang tinggi.
“Kami juga sudah mengajukan bantuan perahu. Mohon dikawal agar bantuannya bisa segera turun,” katanya.
Permintaan lain datang dari Ketua BPD Desa Pagak, Rusman, yang mewakili kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Ia mengusulkan pembangunan pendopo di kawasan Pantai Roro Inten. “Pendopo itu bisa dipakai untuk pertemuan sekaligus jadi sarana promosi wisata Desa Pagak,” ujarnya.
Selain kebutuhan infrastruktur dan alat tangkap, warga juga menyampaikan keluhan terkait sistem zonasi sekolah yang dinilai merugikan. Kepala Desa Pagak, Supandi, menyoroti kebijakan zonasi yang tidak memungkinkan siswa dari SDN Pagak dan SDN Girirejo untuk masuk ke SMPN 11 Ngombol, meskipun lokasi sekolah tersebut lebih dekat dibanding alternatif lain.
“Anak-anak kami malah harus sekolah lebih jauh. Ini sistem yang aneh,” kata Supandi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Awan Yoga menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif warga, terutama dalam mendukung program-program prioritas pemerintah daerah seperti ketahanan pangan.
Vashti













