blank
Petugas lini lapangan bersepeda motor juga turut dalam kirab Bangga Kencana menyambut Harganas 2025. Foto: Humas BKKBN Jateng

Tidak hanya terletak di wilayah strategis titik perbatasan antara DIY – Jawa Tengah serta titik tengah Jawa Tengah – Jawa Barat, capaian Program Bangga Kencana di kedua wilayah ini cukup signifikan.

Berdasarkan data pemutakhiran PK 24, kepesertaan ber-KB Provinsi Jawa Tengah 29,2 dari target 28,2. Capaian tersebut sudah melampui dari target yang telah ditetapkan.

Sedangkan di Kabupaten Klaten prevalensi kepesertaan KB MKJP terdapat pada angka 37,0 dan di Kota Pekalongan pada angka 26,4. Selain itu, Indeks Pembangunan Keluarga di Provinsi Jawa Tengah mencapai 63,9, di Kabupaten Klaten 66,13 dan Kota Pekalongan pada nilai  65,4.

Di titik Kabupaten Klaten dan Kota Pekalongan, dilaksanakan pula implementasi dari Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di TPA Baiturrahman Klaten, dengan mari mendongeng bersama. Sedangkan di Kota Pekalongan dilaksanakan senam oleh Tim Pendamping Keluarga, serta Penandatanganan Komitmen Implementasi Program GENTING oleh Forkompinda, sebagai wujud kesungguhan Pemerintah Kota Pekalongan mendukung Program Quickwin Kemendukbangga/BKKBN. Selain itu di Kota Pekalongan juga dilaksanakan Pelayanan KB Serentak, dalam rangka HARGANAS ke-32.

Pataka 5 Program Quickwin

Dalam Kirab Bangga Kencana juga  membawa lima buah pataka simbol dari lima program quickwin Kemendukbangga/BKKBN. Pada episode Provinsi Jawa Tengah, estafet penyerahan Pataka dilaksanakan di Candi Prambanan. Pataka dari Jawa Timur diserahkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya diserahkan ke Jawa Tengah untuk dibawa hingga di titik akhir, DKI Jakarta.

Pataka tidak hanya sekedar symbol, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Program Quickwin yang diusung oleh Kemendukbangga/BKKBN.Momentum Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32, merupakan tonggak bersama pengingat kita terhadap arti pentingnya sebuah keluarga.

Hal ini harus menjadi telaah khusus dan berkesinambungan, mengingat saat ini Bangsa Indonesia tengah menikmati Bonus Demografi, yang secara sederhana diartikan bahwa jumlah usia penduduk produktif lebih banyak daripasa usia non produktif.  Kesempatan emas ini, tidak boleh disiakan.

Manfaatkan dengan maksimal potensi yang ada, serta merencanakan kesiapan sumber daya manusia terhadap pembangunan selanjutnya.

Keseluruhan, momentum HARGANAS merupakan momentum yang istimewa. Momentum Harganas harus digunakan sebagai ajang sosialisasi dan optimalisasi fungsi keluarga di Indonesia. Dari Keluarga Untuk Indonesia Maju.

Selamat Hari Keluarga Nasional, semoga menjadi keluarga yang makin berkualitas.

wied