JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebanyak 30 anggota Fatayat NU Jepara mengikuti pelatihan Jurnalistik, Minggu (15/6-2026). Kegiatan yang berlangsung di aula Gedung NU Jepara ini menghadirkan narasumber, Hadi Priyanto yang dikenal sebagai jurnalis dan penulis di Jepara, KH. M. Ma’shum, salah satu pengusaha property dan Shufi Amalina, pegiat media Jepara.
Pelatihan yang diselenggarakan Pengurus Cabang Fatayat NU Jepara ini dibuka oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Jepara, KH. Charis Rohman. Disamping pelatihan jurnalistik juga diselenggarakan Launching Media Fatayat NU Kab.Jepara dan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Menurut Ketua PC Fatayat NU Jepara Anis Fariqoh kegiatan tersebut adalah untuk memberikan bekal bagi anggota Fatayat agar dapat melaksanakan tugas organisasi dengan sebaik-baiknya. “ Juga tugas lainnya ditengah-tengah Masyarakat,” ujarnya.
Saat menyampaikan materi jurnalistik Hadi Priyanto menguraikan perkembangan teknologi informasi yang ditandai memunculnya berbagai platform media sosial, telah menyebabkan munculnya kebenaran baru.

“Kebenaran ini tidak didukung oleh fakta, data, dan norma, namun kebenaran yang dibangun dengan menciptakan persepsi yang terus diulang sehingga mampu membentuk publik opini sesuai framing yang dibangun oleh para buser,
urai Hadi Priyanto.
Untuk memerangi kondisi ini maka yang perlu dikembangkan adalah literasi, mulai membaca, menulis, teknologi, budaya hingga literasi finansial. “Melalui kegiatan literasi ini kita akan mampu berfikir runtut dan kritis, kreatif, bertanggungjawab dan memiliki kepercayaan diri. Dengan demikian kita tidak mudah terhanyut pengaruh yang muncul akibat semakin maraknya penggunaan media sosial,” ujar Hadi Priyanto

Karena itu Hadi mengajak kepada anggota Fatayat di Jepara untuk mulai membentengi diri dengan kegiatan membaca dan menulis. Kita mulai dari rumah dengan membiasakan diri bersama keluarga untuk membaca dan menulis. “Setelah itu isi dan banjiri platform media sosial dengan informasi yang membangun dan mendidik,” pungkasnya sembari mengajak anggota Fatayat untuk menjadi pelopor gerakan literasi..
Sedangkan KH. M. Ma’shum mengungkapkan pentingnya anggota Fatayat untuk belajar berusaha. “Ketika membuka usaha yang diperlukan pertama bukan uang tetapi sikap jujur dan amanah disertai dengan semangat serta dedikasi. Ini akan mampu membangun. kepercayaan,” ujar KH. M. Ma’shum yang kemudian menguraikan cara ia merintis usaha nya sebagai pengusaha property di Jepara
Saat membuka acara Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Jepara, KH. Charis Rohman mengingatkan pentingnya menambah pengetahuan kader dengan membaca agar memiliki pengetahuan yang semakin lengkap. “Juga menulis untuk menyampaikan pemikiran dan gagasannya di ruang public,” tambahnya
Ia juga menyoroti penggunaan media sosial yang sudah kebablasan di tengah-tengah masyarakat dan dampaknya yang luar biasa. “Karena itu literasi digital harus mulai dilakukan secara masif agar masyarakat memperoleh pembelajaran untuk dapat memanfaatkan media sosial secara bijak,” ungkap KH Charis Rohman
Hadepe













