KUDUS (SUARABARU.ID) –
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus saat ini tengah menyiapkan surat edaran Bupati guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Kudus. Langkah ini diambil meski trauma masyarakat akibat pandemi Covid-19 beberapa tahun silam masih belum hilang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Andini Aridewi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat edaran Bupati Kudus sebagai bentuk respons terhadap meningkatnya kewaspadaan nasional terhadap Covid-19.
Surat edaran tersebut merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.01/C/1422/2024 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Covid-19. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Kudus siap siaga menghadapi kemungkinan peningkatan kasus.
“Edaran ini memuat instruksi agar semua fasilitas kesehatan di wilayah Kudus meningkatkan kesiapan pelayanan. Ini meliputi penanganan dari sisi sumber daya manusia (SDM) hingga kesiapan sarana dan prasarana seperti ruang isolasi,” jelas dr. Andini, Rabu (4/6/2025).
Selain kesiapan fasilitas, edaran tersebut juga mengimbau seluruh layanan kesehatan untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Promosi kesehatan, seperti pentingnya menjaga kebersihan, memakai masker bagi yang sedang sakit, serta pemetaan wilayah penyebaran, menjadi bagian penting dari strategi antisipatif Dinas Kesehatan.
Meski hingga saat ini belum ada laporan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kudus, dr. Andini menegaskan bahwa pemantauan dan pemetaan tetap dilakukan secara berkala. “Kami tetap siaga. Meski belum ada kasus, kewaspadaan adalah kunci,” tegasnya.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga kondusivitas kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran virus sejak dini.
Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu menjadi kenangan buruk bagi masyarakat Kudus. Pasalnya, Kudus menjadi salah satu daerah dengan angka kasus dan kematian yang tinggi.
Upaya lockdown bahkan pernah diberlakukan sampai mengkarantina para pasien ke asrama haji Donohudan Solo.
Selain banyak pasien yang meninggal, pandemi juga roda ekonomi masyarakat terganggu.
Ali Bustomi













