WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), dinyatakan aman dari wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK). Menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1446 H ini, penjualan ternak kurban kembali marak, dan mampu meningkatkan perekonomian rakyat.
Penegasan aman dari wabah PMK, Selasa (3/6/25), disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujianto. ”Wonogiri aman dari PMK. Meski demikian, transaksi penjualan ternak ke luar daerah, tetap menggunakan kelengkapan dokumen SKKH (Surat Keterangan Kessehatan Hewan),” tandasnya.
Kepada para peternak dipersilahkan melakukan penjualan ternak piaraannya untuk komoditas hewan kurban. Dengan harapan, peternak akan memperoleh harga yang relatif lebih tinggi, dibandingkan dengan hari-hari di luar perayaan Idul Adha.
Kabupaten Wonogiri, memiliki pasar hewan potensial yakni di Kecamatan Purwantoro (di perbatasan Ponorogo-Magetan, Jatim), Jatisrono, Sidoharjo, Wuryantoro dan di Kecamatan Pracimantoro (perbatasan dengan Gunungkidul DIY dan Pacitan Jatim).
Sebagaimana pernah diberitakan, setahun lalu bersamaan saat menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha 1445 H, ditemukan kemunculan wabah PMK di Kabupaten Wonogiri. Ini terjadi bersamaan dengan munculnya PMK di kabupaten tetangga. Yakni Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pacitan (Jatim) dan Magetan (Jatim).
Potensi ikut tertular wabah PMK, karena letak geografis Kabupaten Wonogiri, berada di lintas selatan-selatan Jateng-Jatim-DIY. Saat menjelang Idul Adha 1445 H setahun lalu, semua pasar hewan di Kabupaten Wonogiri, sempat ditutup sementara untuk langkah pemutusan mata rantai penularan PMK.
Vaksinasi
Bersama itu, dilakukan gerakan sterilisasi semua pasar hewan di Wonogiri. Yakni dengan penyemprotan disinfektan, termasuk pada kandang-kandang ternak warga. Juga dilakukan vaksinasi massal pada ternak sapi milik penduduk.

Kepala Dipertan Wonogiri Baroto, menyatakan, selama Tahun 2024 telah melakukan vaksinasi anti PMK secara massal sebanyak 9.300 dosis. Langkah vaksinasi massal yang diberikan secara gratis kepada para peternak ini, terus berlanjut sampai sekarang. Ini dilakukan, sebagai upaya mewujudkan Kabupaten Wonogiri aman dari wabah PMK. ”Vaksinasi diberikan kepada hewan sehat,” jelas Kepala Dipertan Wonogiri Baroto EP.
Untuk diketahui, populasi ternak sapi potong di Kabupaten Wonogiri menempati peringkat kedua di Provinsi Jateng setelah Kabupaten Blora. Jumlah populasi ternak sapi di Wonogiri saat ini, tercatat sebanyak 154.878 ekor. Sementara populasi sapi di Kabupaten Blora (versi BPS) tercatat sebanyak 174.649 ekor. Peringkat ketiga ditempati Kabupaten Grobogan, sebanyak 134.051 ekor.
Sementara itu, populasi ternak sapi di Provinsi Jateng pada Tahun 2024 mencapai sebanyak 1.887.439 ekor. Perinciannya sebanyak 1.785.764 ekor sapi potong dan 101.288 ekor sapi perah. Jumlah ini, menempatkan Provinsi Jateng pada peringkat dua terbanyak, dalam populasi sapi di Indonesia setelah Jawa Timur.
Untuk populasi ternak kambing potong, Kabupaten Wonogiri menempati peringkat pertama di Provinsi Jateng. Jumlahnya mencapai sebanyak 352.778 ekor. Di peringkat kedua dan ketiga ditempati Kabupaten Banjarnegara (171.237 ekor) dan Kabupaten Grobogan (168.688 ekor).(Bambang Pur)













