
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Teguh Yuwono dalam sambutan sebelum diskusi dimulai mengatakan, capaian kinerja 100 hari Luthfi – Yasin itu hal yang keren, ketika dibawa dalam proses akademik untuk dilakukan evaluasi.
“Pemprov Jateng harus menguatkan kolaborasi pentahelix untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat.Kolaborasi itu terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Terlebih di era digital sekarang ini, Gubernur Ahmad Luthfi harus lebih mengoptimalkan peran media dalam mendukung program dan kebijakan yang dijalankan,” kata teguh Yuwono.
Dia menilai, gubernur memimpin 35 kabupaten dan kota, yang sifatnya supervisi, dan bukan langsung memimpin di tingkat paling bawah.
“Pak Luthfi punya modal untuk memperkuat fungsi, supervisi, fungsi koordinasi di level pemerintah kabupaten/ kota,” ungkap Teguh.
Bekerja Keras
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli mengatakan, gubernur dan wakil gubernur terus bekerja keras untuk menyejahterakan masyarakat. Ada banyak capaian yang telah diraih di 100 hari kerja.
“Salah satu capaian positif ialah pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang mampu bertahan di saat provinsi lain di Pulau Jawa mengalami penurunan. Ekonomi Jateng pada triwulan IV 2024 hingga triwulan II 2025 berada di angka 4,96 persen,” kata Zulkifli.
Sedangkan Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan dari angka 5,03 persen menjadi 5 persen. Adapun Jawa Barat dari 5,02 persen turun menjadi 4,98 persen.
Ada banyak hal yang menjadi capaian telah diraih. Selain juga di sektor pertanian, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Di antaranya seperti, pemeriksaan kesehatan gratis. Jawa Tengah memiliki kontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat terbesar se-Indonesia dengan jumlah sebanyak 2.832.160 orang. Sebagai perbandingan di dua provinsi terbesar lainnya yakni Jawa Barat masih mencapai 657.761 orang dan Jawa Timur sebanyak 1.510.743 orang.
Ditambahkan, implementasi pendirian Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah, tertinggi se-Indonesia. Di Jawa Tengah, sudah dilaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebanyak 8.041 desa/kelurahan, beserta 981 desa/kelurahan sudah berbadan hukum jelas. Sedangkan Jawa Barat masih di bawah Jawa Tengah dengan jumlah 5.299 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel beserta 242 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. Sementara Jawa Timur sebanyak7.922 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel dan 682 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum.
Stimulus
“Walaupun pendapatan masyarakat belum signifikan naiknya, tapi bagaimana kita untuk memberikan stimulus. Misal salah satunya teman buruh. Saat ini ada koperasi buruh. Yang mana dari teman produsen langsung ke koperasi. Akhirnya para buruh bisa membeli lebih murah, di kawasan industri ada day care,” jelasnya.
Sedangkan narasumber lain, Kepala Badan Pusat Statistik Jateng, Endang Triwahyuningsih mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan pertama Jawa Tengah tertinggi kedua setelah Provinsi Maluku Utara.
“Fokus ketahanan pangan sangat mendukung pereknomian. Industri, khususnya industri pengolahan ada di peringkat pertama dan pertanian peringkat kedua,” kata Endang.
Ada 13 kategori industry. Di Jateng industri makanan-minuman dan olahan tembakau masih jadi andalan ekspor ke AS dan Jepang. “Ekspor produk pengolahan tembakau dan kayu dari Jateng memang kecil. Tetapi mendongkrak ekonomi nasional,” ujar Endang.
R. Widiyartono













