blank
Sejumlah calon siswa Sekolah Rakyat dan orang tua ketika mengikuti sosialisasi dari Menteri Sosial RI. Foto : Muharno Zarka

Menurut dia, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem, serta memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Dia mengatakan meski operasional sekolah rakyat berada di bawah Kemenos, tetapi banyak kementerian lain juga yang terlibat. Karena pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Kemensos hanya menyeleksi calon siswa dari keluarga miskin.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menambahkan pihaknya sudah akan menyiapkan lahan sekitar 8 hektare untuk pendirian Sekolah Rakyat. Sebelum sekolah dibangun dan berdiri, siswa angkatan pertama akan menempati Gedung BLK milik Disnakerintrans setempat.

“Insya Allah dengan kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi satu program yang sangat berarti dan sangat bermanfaat bagi masyarakat miskin,” ujarnya.

Hal itu, kata Bupati Wonosobo, sekaligus sebagai upaya untuk mengetaskan kemiskinan, menekan angka putus dan memutus mata rantai kemiskinan di Wonosobo.

“Ke depan kami berharap tidak ada lagi anak-anak kami yang notabene dari keluarga miskin tidak sekolah. Kami sudah canangkan mulai tahun 2025 tidak boleh ada lagi anak-anak usia SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK tidak sekolah,” tekadnya.

Muharno Zarka