SEMARANG (SUARABARU.ID)– Universitas Semarang (USM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), menjalin kerja sama dengan PT Dipa Konsultan Utama, dalam rangka hilirisasi inovasi teknologi pompa hidram multistage berbasis energi terbarukan.
Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) ditandatangani di Semarang, oleh Direktur PT Dipa Hepi Apriyanto, dan Ketua LPPM USM Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, baru-baru ini.
Program itu merupakan hilirisasi inovasi teknologi dari Satria Pinandita MEng, tenaga ahli bidang teknik elektro dosen USM, yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana teknis. Dia didampingi Prof Mudjiastuti Handajani, sebagai tenaga ahli dan anggota pelaksana teknis bidang teknik sipil.
BACA JUGA: Bank Jateng Kukuhkan 7 Duta Literasi Keuangan
Selain menjadi proyek hilirisasi, kegiatan ini juga dikemas dalam bentuk pengabdian pada masyarakat. Tim pengabdian terdiri dari Ketua Satria Pinandita MEng, anggota Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT, Dr Sri Syamsiah LS MSi, Sinta Pramucitra MIKom dan Andi Nurcahyo MPd.
Penandatanganan PKS dihadiri pejabat LPPM USM, termasuk Dr Tatas Transinata SPd MPd selaku staf bidang publikasi dan HKI, yang juga membawahi program hilirisasi industri, serta Dr MM Shinta Pratiwi SPsi MA Psikolog, sebagai Sekretaris LPPM.
Dalam keterangannya Satria mengatakan, proyek itu akan dilaksanakan di kawasan Wisata Alam Posong, Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, yang telah ditetapkan sebagai desa mandiri energi.
BACA JUGA: Advokat Harus Jujur pada Klien dan Kasusnya
PT Dipa sendiri sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 179.500.000, untuk mendukung pekerjaan fisik proyek itu. Teknologi pompa hidram yang akan diterapkan itu, diharapkan akan mampu mengangkat air tanpa menggunakan bahan bakar fosil, melainkan mengandalkan energi gravitasi air.
”Air ini sangat penting untuk irigasi pertanian, seperti tembakau, kopi, cabai, kakao, selada, kubis, hingga uclang. Selain itu, kebutuhan air bersih untuk keperluan MCK di kawasan wisata Posong, juga akan terpenuhi. Pompa hidram akan menaikkan air dengan ketinggian 190 meter, sepanjang 2.000 meter,” jelasnya.
Menurutnya, program itu juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, dengan adanya 28 UMKM warung kelontong di sekitar lokasi wisata, yang menjual makanan dan minuman kepada para pengunjung.
BACA JUGA: Berfilsafat dalam Kehidupan Sehari-hari Sebagai Pendidik
”Teknologi ini menjadi wujud kontribusi USM, dalam menyelesaikan permasalahan air dan energi di daerah wisata terpencil. Kami optimistis, dampaknya akan sangat terasa,” ujar Satria.
Dia menambahkan, program itu menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam hilirisasi inovasi. Khususnya di bidang teknik sipil, yang menopang ketahanan infrastruktur desa wisata.
”Program ini tidak hanya teknis, tapi juga membangun kesadaran kolektif untuk kemandirian energi dan air bersih,” ungkapnya.
BACA JUGA: BNPB Siap Bantu Perbaikan Rumah dan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir Blora
Secara teknis, imbuhnya, pompa ini sangat cocok untuk wilayah berbukit seperti Posong, dan akan sangat membantu irigasi pertanian sayuran dan kebun rakyat.
Dia berharap, melalui sinergi antara akademisi dan dunia industri, program ini menjadi model kolaborasi hilirisasi riset, yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Riyan













