
Semangat Tanpa Batas
Sementara itu, Dwi Novita Sari menuturkan bahwa prestasi ini menjadi pengingat bahwa dunia debat bukan hanya ruang kontestasi intelektual, namun juga wahana pembentukan karakter. Soft skills seperti public speaking, kerja tim, manajemen emosi, hingga keberanian untuk tampil di hadapan publik menjadi aspek-aspek yang terasah secara alami.
“Prestasi ini menjadi simbol harapan. Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas debat UKSW memiliki potensi besar dan mampu bersaing di panggung nasional. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan kami untuk menjadi mahasiswa yang kompeten dan berdaya saing,” tutur Dwi Novita Sari.
Dukungan KBM SWDF terbukti menjadi landasan kokoh bagi tumbuhnya para debater muda UKSW. Melalui berbagai sesi pelatihan intensif, sparring, serta pendampingan materi, para mahasiswa dibekali tidak hanya dengan retorika dan argumentasi, melainkan juga keberanian untuk berpikir kritis dan berbicara lugas.
Dalam waktu dekat, ketiga tim berencana untuk kembali turun gelanggang dalam kompetisi debat bergengsi seperti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debating Championship (NUDC), hingga KODE dan Spring Open Debate di taraf internasional. Semangat untuk terus mengasah diri dan membawa nama UKSW ke tingkat yang lebih tinggi.
Dengan pencapaian ini, UKSW menunjukkan bukti dukungannya dalam Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 64 program studi di jenjang D3 hingga S3, dengan 28 Prodi Unggul dan A.
Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah. Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat.
Ning S













