
Ia menyebut bahwa gaya kepemimpinan mas Saleh yang santun dan humble akan memikat anak-anak muda Jateng untuk beramai-ramai masuk di rumah Golkar.
“Ke depan insya Allah partai Golkar akan menjadi kanal anak-anak muda menyalurkan aspirasi dan keinginan politiknya. Di saat itulah Partai Golkar akan menjadi rumah pergerakan dan perjuangan anak-anak muda Jateng guna menyambut Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Dalam konteks politik, tambah Suut Budi, orang bebas memaknai apapun yang dieskpresikan. Dalam politik, ibarat satu bingkai peristiwa bisa beribu makna, tergantung isi kepala masing-masing.
Begitu pun dengan pemasangan baner. Itu bisa menjadi beribu tafsir, dan kita tidak akan pernah bisa mengarahakn dan meng-kanalisasi sepenuhnya cara orang berpikir.
“Bagi saya pribadi makna terbesar dari baner ini adalah bentuk kegembiraan dan rasa syukur sebagai kader muda Golkar Pati atas terpilihnya salah satu anak muda terbaik Golkar di Jateng, dengan proses yang smooth dan tidak meninggalkan riak riak politik,” terangnya.
Menurutnya, peristiwa ini harus diabadikan dengan baik karena hal ini menunjukkan potret kedewasaan berpolitik kita dan keyakinan kita menatap masa depan partai Golkar yang lebih baik.
Sebagai bagian dari kader Golkar, tentu memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan pemimpinnya kepada masyarakat di ruang lingkupnya, agar masyarakat tau dan mengerti bahwa hari ini Mas Saleh adalah ketua DPD Jateng.
“Ini menjadi bagian dari tanggung jawab proses komunikasi politik dengan masyarakat yang harus kita lakukan, jangan biarkan hari-hari ke depan tanpa ada proses menyapa masyarakat, karena itu satu satunya cara untuk menjadi lebih dekat dengan seluruh warga Jateng,” tandasnya.
Ning S













