JEPARA (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 tahun 2025 di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dipuji oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, baik program dan manfaatnya, termasuk keterlibatan masyarakat. Hingga pertengahan pelaksanaan, capaian fisik telah menyentuh angka 70 persen yang meliputi pembangunan sembilan ruas jalan, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan enam sumur bor.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo saat meninjau langsung pelaksanaan program fisik yang tengah berlangsung pada Rabu, (21/5/2025). Dalam kunjungannya tersebut, ia hadir bersama Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, Kepala Pengadilan Negeri Jepara Erven Langgeng Kaseh, sejumlah kepala perangkat daerah serta Forkopimcam Tahunan.
Menurut Witiarso Utomo, jalan yang dibangun ini akan memperlancar akses masyarakat. Harapannya, bisa berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal. Ia juga menyebut program TMMD sebagai bentuk nyata pelestarian semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Disampaikan Bupati, kunjungannya ini dilakukan setelah ia menghadiri kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dilaksanakan di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, dan ini memperkuat pesan kolaboratif dalam membangun desa. “TMMD dan BBGRM adalah wujud nyata sengkuyung bareng, masyarakat diajak aktif, agar pembangunan menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. “Alhamdulillah, berkat sinergi Bupati, DPRD Jepara, prangkat daerah, camat, Polres, TNI Angkatan Laut, dan masyarakat, progres fisik telah mencapai 70 persen. Ini bukti bahwa kerja bersama bisa menghadirkan dampak nyata,” ujarnya.
Menurutnya, TMMD bukan hanya kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga momentum memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta. “Jepara milik kita bersama. Pembangunan berkelanjutan harus melibatkan semua pihak, sesuai kapasitasnya masing-masing,” tegasnya.
Hadepe – Kmf
JEPARA (SUARABARU.ID) – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 tahun 2025 di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dipuji oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo, baik program dan manfaatnya, termasuk keterlibatan masyarakat. Hingga pertengahan pelaksanaan, capaian fisik telah menyentuh angka 70 persen yang meliputi pembangunan sembilan ruas jalan, rehabilitasi lima rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembuatan enam sumur bor.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo saat meninjau langsung pelaksanaan program fisik yang tengah berlangsung pada Rabu, (21/5/2025). Dalam kunjungannya tersebut, ia hadir bersama Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, Kepala Pengadilan Negeri Jepara Erven Langgeng Kaseh, sejumlah kepala perangkat daerah serta Forkopimcam Tahunan.
Menurut Witiarso Utomo, jalan yang dibangun ini akan memperlancar akses masyarakat. Harapannya, bisa berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal. Ia juga menyebut program TMMD sebagai bentuk nyata pelestarian semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Disampaikan Bupati, kunjungannya ini dilakukan setelah ia menghadiri kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dilaksanakan di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, dan ini memperkuat pesan kolaboratif dalam membangun desa. “TMMD dan BBGRM adalah wujud nyata sengkuyung bareng, masyarakat diajak aktif, agar pembangunan menjadi tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sementara Komandan Kodim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak. “Alhamdulillah, berkat sinergi Bupati, DPRD Jepara, prangkat daerah, camat, Polres, TNI Angkatan Laut, dan masyarakat, progres fisik telah mencapai 70 persen. Ini bukti bahwa kerja bersama bisa menghadirkan dampak nyata,” ujarnya.
Menurutnya, TMMD bukan hanya kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga momentum memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta. “Jepara milik kita bersama. Pembangunan berkelanjutan harus melibatkan semua pihak, sesuai kapasitasnya masing-masing,” tegasnya.
Hadepe – Kmf













