
“Data itu bersifat fluktuatif atau dinamis karena tim saat ini masih di lapangan untuk penanganan. Kondisi terkini akass jalan dan titik tanggul yang tidak bisa dilewati di Desa Kembangarum. Ketinggalan air di wilayah Sayung 20-70 cm dan alan utama Kalisari-Genuk terdapat genangan 20-40 cm,” katanya.
Selain di Kabupaten Demak, bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Grobogan. Setidaknya ada 10 desa terdampak banjir di Grobogan, yaitu Desa Sukorejo Kecamatan Tegowanu, Desa Tanggirejo Kecamatan Tegowanu, Desa Medani Kecamatan Tegowanu, Desa Sugihmanik Kecamatan Tanggungharjo, Desa Penadaran Kecamatan Gubug, Desa Tungu Kecamatan Godong, Desa Latak Kecamatan Godong, Desa Manggarmas Kecamatan Godong, Desa Harjowinangun Kecamatan Godong, Desa Termas Kecamatan Karangrayung, Desa Putatnganten Kecamatan Karangrayung, Desa Temurejo Kecamatan Karangrayung.
Banjir di Grobogan terjadi sejak Jumat, 16 Mei 2025, pukul 22.30. Akibat hujan intensitas tinggi, saluran drainase yang buruk, dan jebolnya tanggul Sungai Kliteh dan Sungai Renggong serta luapan dari Sungai Tuntang.
“Di Grobogan, sampai Selasa, 20 Mei 2025, pukul 07.00, air belum surut di Desa Sukorejo Kecamatan Tegowanu dengan ketinggian air 50-150 cm. Jebolan tanggul belum tertutup karena aliran air dari persawahan mengalir ke Kali Renggong melalui jebolan,” jelas Bergas.
- Widiyartono













