blank
DPRD Kota Semarang mendorong masyarakat untuk gemar mengonsumsi ikan, salah satu caranya melalui pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan, Senin 19 Mei 2025. foto : humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang terus menggalakkan program edukasi terpadu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai gizi dan manfaat kesehatan dari konsumsi ikan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelatihan olahan pangan berbahan dasar ikan yang digelar oleh Dinas Perindustrian Kota Semarang di Kelurahan Mangunharjo, Tembalang, Senin 19 Mei 2025.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, yang menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut, menegaskan pentingnya edukasi gizi sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ikan merupakan sumber protein hewani yang kaya akan omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, terutama dalam mencegah penyakit jantung dan meningkatkan kecerdasan otak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Joko juga membagikan kisah inspiratif mengenai dampak positif konsumsi ikan sejak dini.

“Di sekitar Pasar Bulu Kota Semarang, ada anak-anak yang rumahnya dekat pasar. Hampir setiap pagi mereka membeli ikan segar yang kecil-kecil dan murah. Alhamdulillah, setelah mereka dewasa, banyak yang berhasil melanjutkan pendidikan ke universitas ternama seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Institut Pertanian Bogor (IPB),” katanya.

Cerita tersebut menjadi bukti nyata bahwa konsumsi ikan yang rutin dan edukasi gizi yang tepat dapat memberikan kontribusi besar terhadap masa depan generasi muda.

Pelatihan olahan pangan berbahan dasar ikan ini tidak hanya mengajarkan cara mengolah ikan menjadi makanan lezat dan bergizi, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya memasukkan ikan dalam menu harian.

Joko juga menyoroti data produksi perikanan lokal Kota Semarang tahun 2023 yang menunjukkan potensi besar sektor perikanan di daerah ini. Melihat data produksi perikanan lokal, Kota Semarang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan.

Produksi ikan seperti lele, bandeng, udang, nila, dan belanak yang cukup tinggi menunjukkan bahwa sumber daya laut dan perairan kita sangat melimpah. Ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi kita semua untuk terus mendorong konsumsi ikan agar manfaat kesehatannya dapat dirasakan secara luas.

“Peningkatan konsumsi ikan juga akan mendukung perekonomian lokal dan kesejahteraan para nelayan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joko menambahkan, peningkatan konsumsi ikan tidak hanya berdampak positif pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Kota Semarang.

Dengan meningkatnya permintaan ikan, para nelayan dan pelaku usaha perikanan lokal mendapatkan peluang usaha yang lebih baik, sehingga kesejahteraan mereka meningkat.

“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal,” katanya.

Melalui kolaborasi antara DPRD dan Dinas Perindustrian, diharapkan masyarakat Kota Semarang semakin gemar makan ikan dan memahami manfaat kesehatannya, sehingga kualitas hidup dan generasi penerus dapat terus meningkat.

Hery Priyono