blank
Pegiat media sosial ketika menawarkan kambing secara live di kandang kambing milik Ali Murtadlo di Larangan Bomerto Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

“Bonusnya lumayan, 10 persen untuk satu penjualan. Biasanya ada yang dari Wonosobo ada yang dari luar Wonosobo,” terangnya.

Sementara Sanu, awalnya dia sempat takut dengan kambing. Namun, saat ini sudah terbiasa. “Sekarang sudah biasa, memegang juga berani. Kebetulan kambingnya nggak galak,” akunya.

Sanu mengaku sudah menjual 6 ekor kambing kurban. Sebagian pembelinya datang langsung ke kandang setelah menyaksikan Sanu live di media sosial. “Alhamdulillah sudah bisa menjual 6 ekor kambing. Ada yang dari live kemudian penasaran terus datang langsung ke kendang,” terangnya.

Pemilik Peternakan Kambing Kurban, Ali Murtadho mengatakan, saat ini dirinya telah menyiapkan sekitar 200 ekor kambing. Dia sengaja memanfaatkan pegiat media sosial untuk membantu menjualkan kambing kurban.

“Untuk persiapan kurban tahun ini sekitar 200 ekor kambing. Saya memang sengaja menggandeng pegiat media sosial. Karena kan banyak anak muda yang mau berkurban tapi tidak tahu belinya di mana,” tuturnya.

Untuk harga kambing sendiri berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta, tergantung beratnya. Untuk pembeli di wilayah Wonosobo, kambingnya bisa diantar ke tempat tujuan.

“Untuk wilayah Wonosobo kita antar sampai tujuan. Yang luar kota kalau membelinya dalam jumlah yang banyak juga diantar. Untuk harga mulai dari Rp 3 juta sampai Rp 5 juta,” tambahnya.

Muharno Zarka