WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-284, Senin (19/5/25), dilaksanakan di Pendapa Kabupaten Wonogiri. Acara yang dikemas sebagai Forum Silaturahmi masyarakat ini, digelar dalam nuansa Kejawen.
Para hadirin mengenakan busana Kejawen, pria memakai beskap, berjarik, blangkon dan berkeris, serta perempuan berkebaya dan berjarik. Di sisi timur pendapa disajikan klenengan, yakni seni karawitan secara live yang dimainkan para pengrawit dari Group SMP Negeri 1 Selogiri, Wonogiri.
Menyajikan aneka ragam gending Jawa bernada sumyak (gayeng), disuguhkan secara mletre (sambung-sinambung), termasuk Gending Lancaran ‘Wonogiri Sukses’ laras Pelog Pathet Enem, karya Dalang Ki Sutarjo (almarhum) dari Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.
Bupati Setyo Sukarno, berkenan menyematkan anugerah Satya Lencana Karya Satya dari Presiden kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah berdedikasi dalam mengabdikan diri tanpa cela, untuk kategori pengabdian 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Yang masing-masing diwakili oleh Widodo, Harika Setyani dan Ida Rahmawati.
Bersamaan itu, juga diserahkan tropi kejuaraan dan hadiah uang pembinaan Rp 12 juta kepada juara I lomba desa. Yang diterimakan kepada Kepala Desa (Kades) Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Andi Irawan. Juga diterimakan penghargaan kepada insan kesehatan teladan, yakni Dokter Yudi Kusuma Pamilih dari RSUD Dokter Sudiran Mangun Sumarso Wonogiri, kemudian kepada Bidan dari Puskesmas Wuryantoro Rina Novitasari, insan kesehatan dengan pengabdian tanpa batas atas nama Nur Sasongko dan Agustin, serta penyerahan SK CPNS. Juga diterimakan bantuan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting),
Ikut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Imron Rizkyarno dan Ketua DPRD Sriyono masing-masing bersama istri, para Wakil Ketua dan Anggota Dewan, Sekda FX Pranata bersama para Asisten Sekda, Sekretaris DPRD Edhy Tri Hadiyantho, Kapolres AKBP Jarot Sungkowo dan Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono bersama jajaran Forkompimda. Juga hadir Ketua TP PKK Kabupaten Ny Setyo Sukarno, para Pimpinan Perangkat Daerah, para camat se Kabupaten Wonogiri, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu, para Kepala Sekolah (Kasek) SMA dan SMK, para Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Pimpinan Ormas Pemuda dan Ormas Perempuan, perwakilan trah (keluarga) Mangkunegaran.
Tampil memberikan sambutan, Bupati Setyo Sukarno, Ketua DPRD Sriyono dan Tokoh Masyarakat Suprapto (mantan Sekda Wonogiri). Prokopim Pemkab Wonogiri, mengabarkan, slogan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri Ke-284 adalah Ngrembaka Nirantara (berkembang berkelanjutan).
Guyub Rukun
Bupati dalam sambutannya, mengatakan, kiranya menjadi harapan dan cita-cita kita semua bahwa Kabupaten Wonogiri dapat tumbuh berkembang berkelanjutan tanpa jeda. Seluruhnya guyub rukun, untuk mewujudkan cita-cita ke depan, yakni Kabupaten Wonogiri yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera, Berkelanjutan. Saat sekarang ini, semangat untuk memajukan Kabupaten Wonogiri, difokuskan pada Sapta Cita atau Tujuh Program Prioritas Daerah.

Yakni menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, membangun ekonomi kreatif, membangun layanan pendidikan yang berorientasi kebutuhan masyarakat, membangun kesehatan untuk semua dan meningkatkan penanganan kemiskinan. Berikut penguatan birokrasi yang dinamis, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul berbasis riset dan teknologi, dan peningkatan Sumber Daya Alam (SDA) yang Lestari.
Program prioritas ini, tandas Bupati, memanggil segenap unsur yang ada di Kabupaten Wonogiri sesuai profesi dan kemampuan masing-masing, untuk ikut berperan di dalamnya, untuk mewujudkan Visi Wonogiri yang Berdaya Saing, Maju, Sejahtera Berkelanjutan dengan 4 misi besar.
Pertama, meningkatkan pembangunan ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan, untuk mendorong sektor ekonomi yang produktif, menggerakan sektor-sektor unggulan daerah dan membangun infrastruktur distribusi barang dan jasa. Kedua, membangun kualitas hidup masyarakat yang didukung dengan lingkungan sosial dan budaya yang maju, fokus meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni, meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan dan kesehatan, menyediakan jaminan sosial dan jaminan keamanan bagi masyarakat, menciptakan kondisi lingkungan sosial yang kondusif dan memberikan ruang dalam penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ketiga, meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan membangun pemerintahan yang akuntabel, independen, transparan, partisipatif, kolaboratif serta membangun aparatur yang berakhlak, berintegritas, berkompenten, berprestasi, berdaya saing, menguasai iptek, kreatif dan inovatif.
Keempat, meningkatkan ketahanan sumber daya alam (SDA) difokuskan untuk menjaga kelestarian dengan menjaga ketahanan SDA, ketahanan air, lingkungan hidup, menjaga penataan ruang, ketahanan perubahan iklim dan ketangguhan terhadap bencana.(Bambang Pur)













