“Menyikapi potensi strategis Pelabuhan Tanjung Intan, Badan Karantina Indonesia memiliki rencana besar untuk melakukan pengembangan dan penambahan kapasitas IKH yang ada. Saat ini, IKH di Pelabuhan Tanjung Intan hanya mampu menampung sekitar 2.000 ekor sapi. Dengan adanya pengembangan ini, kapasitas IKH diharapkan dapat meningkat secara signifikan menjadi 20.000 ekor sapi,” kata Sokhib.
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, audiensi ini juga menyoroti berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan di Cilacap seiring dengan program swasembada pangan dan peningkatan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Intan.
Peluang-peluang tersebut mencakup penyediaan pakan untuk hewan ternak, produksi pupuk organik dan kompos, hingga potensi besar di bidang perikanan, terutama penangkapan tuna dan budidaya sidat.
Tuna telah menjadi primadona di sektor perikanan Cilacap, bahkan dikenal luas bahwa tuna Cilacap merupakan salah satu yang terbaik di dunia, memiliki kualitas unggul yang sangat diminati di pasar internasional.
Selain itu, perkembangan budidaya sidat di Cilacap juga menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui kerjasama yang terjalin dengan pihak Jepang, membuka peluang ekspor dan transfer teknologi yang lebih luas.
“Pengembangan IKH diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran importasi sapi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Sokhib.
Sementara itu, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menyambut baik audiensi tersebut dan mendukung penuh sebagaimana diamanatkan dalam asta cita presiden Republik Indonesia yaitu menuju swasembada pangan nasional.
Syamsul menyampaikan bahwa pembangunan dan pengembangan IKH di Cilacap ini selaras dengan cita-citanya yaitu menjadikan Cilacap sebagai salah satu sumberĀ pangan seperti daging sapi, susu sapi dan olahannya.













