blank
Narasumber dan peserta Bengkel Bahasa dan Sastra dengan topik Krida Duta Bahasa: Parade Wajah Bahasa Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Pembuatan Konten Digital Berbahasa Daerah yang berlangsung di SMAN 1 Ungaran.

SEMARANG (SUARABARU.ID) – .Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bersama Duta Bahasa mengadakan Bengkel Bahasa dan Sastra dengan topik Krida Duta Bahasa: Parade Wajah Bahasa Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Pembuatan Konten Digital Berbahasa Daerah.

Kegiatan yang berlangsung  di SMAN 1 Ungaran, Rabu – Kamis 7-8 Mei 2025 ini menghadirkan pemater hari pertama Ika Inayati, S.S., M.Li. dan pemateri pada hari kedua adalah Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2024, Lintang Prayogi dan Amaliyatul Hidayah Rofiq. Kegiatan ini diikuti 75 siswa aktivis literasi dan organisatoris di SMAN 1 Ungaran

Melalui kegiatan ini, diharapkan partisipasi generasi muda dalam mengimplementasikan pengutamaan bahasa negara dan pelestarian bahasa daerah dapat terwujud melalui aksi nyata para aktivis organisasi sekolah penggerak literasi.

Pada hari kedua pelaksanaan Parade Wajah Bahasa  ini dibuka dengan selayang pandang tentang pemanfaatan konten digital dalam upaya revitalisasi bahasa daerah di media sosial oleh Dian Respati Pranawengtyas, M.Pd..  Menurutnya saat ini media sosial menjadi tempat efektif untuk melestarikan bahasa daerah

blank
Pemateri pada hari kedua dari Duta Bahasa Jawa Tengah tahun 2024, Lintang Prayogi dan Amaliyatul Hidayah Rofiq

Diawali dengan penyampaian materi tentang cara membuat konten digital yang dapat dimuat dalam sosial media, khususnya audio visual seperti reels instagram, video tiktok maupun video pendek youtube (short), Lintang Prayogi menyampaikan, penggunaan media sosial khususnya unggahan konten digital yang berupa audio visual menjadi salah satu upaya efektif dalam melakukan kampanye publik.

Karena dengan menyajikan konten digital berupa audio visual, secara tidak langsung dapat meningkatkan gairah audiens untuk melihat konten yang kita bagikan secara penuh atau sampai selesai. “Dengan pemanfaatan secara maksimal dalam pembuatan konten yang berupa audio visual, kita dapat memperbesar kemungkinan target sasaran yang kita tuju dapat berhasil kita capai,” ujar Lintang Prayogi

Pada sesi berikutnya, terkait pelestarian penggunaan bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, Amaliya memulai materinya dengan membawa semangat Kartini sebagai salah satu pahlawan yang berjuang dibidang literasi. “ Bahasa merupakan cerminan dari cara berpikir, bahasa adalah bagian dari wujud peradaban bangsa.” Ungkap Amaliya

Ia juga menambahkan, pelestarian bahasa daerah melaui konten digital di media sosial merupakan langkah efektif untuk mempopulerkan kembali dan mengenalkan serta menjaga bahasa daerah agar tidak habis digerus zaman.

Hadepe – AHR