
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin, menambahkan, pameran di Museum Ranggawarsita diikuti 36 museum yang ada di Indonesia. Pameran ini diharapkan menjadi wahana memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui kolaborasi antar museum.
Sepanjang pameran berlangsung, Pemprov Jateng menargetkan 6 ribu orang pengunjung. Ditambahkan, sejumlah agenda memeriahkan pameran kain tersebut.
Ada workshop membatik, malam sarasehan museum di Lawang Sewu, seminar tata kelola museum di Akpol, panggung ekspresi seni, ekspo dan fashion show dari SMK tata busana se-Jawa Tengah.
2.213 Warisan Budaya Tak Benda
Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutan pembukaannya mengatakan, pameran ini sangat penting untuk menghimpun berbagai kekayaan dan keberagaman Wastra Nusantara.
Dalam lawatannya di berbagai negara, dia mengakui Indonesia merupakan negara yang paling kaya budaya dan keragaman.
Saat ini, kata Fadli Zon, pemerintah sudah menetapkan 2.213 warisan budaya tak benda (WBTB) di Indonesia, dari potensinya yang mencapai 50 ribu.
Pemerintah mengupayakan bisa menambah lagi sampai 500 WBTB. Dia membeberkan, warisan budaya yang saat ini sudah ditetapkan Unesco ada 16 enkripsi. Antara lain gamelan, keris, noken, batik, jamu, kebaya, angklung, reog, kulintang, kebaya, pinisi.
“Dari yang diakui UNESCO ada tiga wastra yaitu batik, noken, dan kebaya. Ini modal yang sangat penting dan bisa menciptakan potensi yang besar dalam perekonomian,” kata Fadly Zon.
R. Widiyartono













