
Aksi mahasiswa menunjukkan bahwa UKSW adalah kampus yang memberi kebebasan berpendapat namun tetap dilakukan dengan bermartabat, tidak mudah ditunggangi agenda lain dengan kepentingan individu atau kelompok.
Adapun aspirasi yang berkembang di Fakultas Teologi, Rektor Intiyas menandaskan bahwa UKSW tidak pernah memberhentikan Pendeta Rama Tulus. Justru Pendeta Rama Tulus yang menulis surat pengunduran diri ke pimpinan universitas dan diproses lebih lanjut oleh pimpinan universitas dan Yayasan. Rektor Intiyas menyampaikan bahwa sebagai Pimpinan tidak boleh mengambil tindakan yang merugikan mahasiswa. Aspirasi dan kepedulian mahasiswa perlu diberikan ruang di tengah era dirupsi, yang mulai membuat individu sulit berinteraksi sosial.
Rektor Intiyas meminta penyampaian aspirasi mahasiswa dilakukan dengan data yang valid dan positif sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang kurang relevan. Penggunaan media sosial secara bijak dan tidak terpantik melakukan tindakan yang melanggar UU ITE dan tetap berpegang pada motto Takut akan Tuhan sebagai Awal Pengetahuan (Amsal 1:7a).
Rektor Intiyas mengimbau semua dosen, tendik tetap beraktivitas dengan memberikan layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Juga kepada mahasiswa dihimbau kembali ke kelas untuk melanjutkan kuliah setelah menyampaikan aspirasi.
Lembaga Kemahasiswaan UKSW diharapkan dapat terus menjalankan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan program yang mendukung perjalanan UKSW menuju World Class University. Kepada para alumni yang sudah berkiprah dengan luar biasa di bidang masing-masing, Rektor Intiyas mengajak untuk berkontribusi dalam berbagai program positif untuk peningkatan karir, pembinaan wirausaha maupun mengisi tracer study alumni dan memberitakan kabar baik dari UKSW.
Ning S













