blank
Kepala Disdag Kudus, Andi Imam Santoso, saat melakukan peninjauan di Pasar Hewan Kudus. foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus terus berupaya menghidupkan kembali sektor peternakan, khususnya penjualan hewan kurban yang masih lesu di Pasar Hewan Kudus. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mendorong para pedagang untuk aktif mempromosikan dagangannya melalui platform media sosial.

Kepala Disdag Kudus, Andi Imam Santoso, saat melakukan peninjauan di Pasar Hewan Kudus pada Kamis (8/5), menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci untuk memperluas pasar. Menurutnya, para pedagang perlu lebih adaptif terhadap tren pemasaran modern agar bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli.

“Kami ajak pedagang agar aktif memasarkan hewan kurban melalui media sosial, termasuk fitur live streaming. Ini akan memudahkan masyarakat dalam mencari dan memilih hewan kurban yang sesuai,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga menyoroti kondisi pasar yang dinilainya sudah tertata dan memenuhi standar. Ia meyakini, lingkungan pasar yang rapi dan nyaman akan semakin menarik minat masyarakat untuk datang langsung dan berbelanja.

Meski demikian, hingga awal Mei, geliat penjualan hewan kurban masih belum menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari jadwal pendaftaran sekolah hingga situasi panen yang belum stabil.

Salah satu pedagang kambing, Widodo, warga Godong, Purwodadi, mengungkapkan bahwa permintaan hewan kurban masih tergolong sepi. “Masih sepi pembeli, mungkin karena Idul Adha masih cukup lama. Saya bawa kambing dengan harga antara Rp2,5 juta sampai Rp4,5 juta per ekor,” ujarnya.

Sementara itu, dari sisi kesehatan ternak, Dinas Pertanian dan Peternakan Kudus memastikan bahwa semua hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat. Petugas lapangan, Bambang, menyatakan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Kami rutin melakukan pengecekan. Kalau ditemukan hewan yang sakit, masyarakat bisa langsung melapor ke dokter hewan atau mantri,” katanya.

Ia menambahkan, program vaksinasi PMK terus berjalan dengan sasaran sekitar 1.000 ekor hewan ternak, khususnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Mejobo, Undaan, dan Dawe.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah, diharapkan geliat pasar hewan kurban di Kudus bisa kembali pulih dan memberikan jaminan ketersediaan hewan yang sehat, aman, dan layak dikonsumsi untuk masyarakat yang hendak berkurban.

Ali Bustomi