KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Sebanyak 10 orang guru SD Islam Tahfidz Alquran As Syafiiyah, Mendut, Mungkid, Kabupaten Magelang, yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Kalijambe, Bener, Purworejo, Rabu (7/5/25) mendapat santunan dari PT Jasa Raharja. Santunan sebesar Rp 50 juta/orang itu diberikan hari ini (Kamis 8 Mei 2025).
Kepala Kanwil PT Jasa Raharja Jateng, Triadi, menyerahkan santunan kepada keluarga korban, di aula SD Islam Tahfidz Alquran As Syafiiyah Mendut, hari ini (Kamis, 8 Mei 2025). Didampingi Bupati Grengseng Pamuji dan unsur Forkompinda Kabupaten Magelang.
Dia menyatakan sangat prihatin atas musibah kecelakaan menonjol tersebut. Sebanyak 17 orang korban, 11 meninggal, 6 luka-luka. Tindakan PT Jasa Raharja tidak bisa secepat itu tanpa bantuan dari pihak kepolisian.
Karena, pihaknya memakai dasar laporan polisi sebagai percepatan atau syarat utama untuk membayar santunan. Dia berterima kasih kepada Satlantas Polres Purworejo dan Kabupaten Magelang. Atas bantuan polisi, santunan bisa diberikan dalam waktu 24 jam.
Bagi yang mengalami luka-luka diberi surat jaminan pengobatan sampai Rp 20 juta. Sedangkan bagi 11 orang yang meninggal (10 guru dan 1 warga) diberikan santunan Rp 550 juta. “Rp 550 juta sudah kami serahkan kepada ahli waris,” jelasnya.
Sementara bagi yang masih opname akan ditunggu sampai sembuh. Korban yang dirawat di rumah sakit sudah diberikan jaminan. Sampai Rp 20 juta biaya perawatannya ditanggung oleh Jasa Raharja. “Ini penting supaya pihak yang mengalami musibah tidak mengeluarkan biaya lagi,” katanya.

Struktur Jalan
Kasat Lantas Polresta Magelang, Kompol Nyi Ayu Fitria, di tempat yang sama mengimbau kepada pengemudi muatan berat agar memperhatikan kondisi mobil dan struktur jalan. Pengusaha angkutan juga diminta memberikan perhatian terhadap kondisi mobilnya.
Di sisi lain, pihak Satlantas akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban. Terkait kelebihan beban muatan. Itu untuk mengantisipasi terulangnya kecelakaan dengan jumlah korban yang banyak.
Reaksi Cepat
Bupati Grengseng Pamuji berterima kasih atas reaksi cepat pihak PT Jasa Raharja dalam memberikan santunan. Dia ikut berbela sungkawa kepada para korban kecelakaan maut di Kalijambe. Yang 10 korban meninggal adalah guru SD Islam Tahfidz Alquran As Syafiiyah Mendut.
Menurutnya, rasa kehilangan bukan hanya dari pihak keluarga dan sekolah tersebut. Pemkab Magelang juga merasa kehilangan. ‘Namun ini adalah musibah yang harus kita terima, sudah menjadi garisnya Tuhan yang maha kuasa,” katanya.
Terkait hal itu dia berusaha melayani sebaik dan secepat mungkin. Dengan adanya musibah itu akan menjadi pelajaran dalam melayani masyarakat. “Semoga kami bisa memperbaiki semuanya sehingga hal-hal seperti ini bisa diantisipasi secara preventif,” katanya.
Dia yakin santunan tidak bisa menggantikan peran almarhumah. Namun itu yang secepatnya bisa dilakukan untuk membantu ahli waris korban.
Eko Priyono













