KUDUS (SUARABARU.ID) – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh tim bola voli putri indoor Kabupaten Kudus. Mereka sukses merebut gelar juara dalam ajang Pra Popda se-Karesidenan Pati yang berlangsung di Lapangan Voli SMK Islam Jepara.
Dalam partai final, tim putri Kudus tampil luar biasa dan menundukkan tuan rumah Jepara dengan skor telak 3-0 tanpa perlawanan berarti.
Zuhri Haby Seno M.Or, pembina olahraga dari SMA 2 Bae Kudus yang menjadi basis latihan tim, mengungkapkan bahwa skuadnya menjalani persiapan intensif selama satu bulan penuh.
“Latihan kami lakukan lima kali dalam seminggu di lapangan SMA 2 Bae Kudus,” ungkap Haby, Rabu (7/5).
Performa tim Kudus memang konsisten sejak awal turnamen. Pada laga pembuka, mereka mengalahkan tim Rembang dengan skor 3-0, dan kembali menunjukkan dominasi saat kembali berjumpa Jepara di partai final dengan skor yang sama.
Ajang Pra Popda ini diikuti oleh lima kabupaten yang tergabung dalam wilayah Karesidenan Pati, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora.
Dengan keberhasilan ini, tim putri Kudus berhak melangkah ke Popda tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Menjelang laga di level provinsi, kami akan menambah intensitas latihan. Dalam sebulan ke depan, latihan akan digelar dua kali sehari, pagi dan sore,” jelas Haby.
Ia menargetkan timnya bisa mengulang prestasi gemilang tim putra Kudus yang pada Popda 2024 berhasil meraih juara satu tingkat provinsi.
Sebagai catatan, tahun lalu tim putra Kudus yang juga dibina oleh SMA 2 Bae langsung lolos ke tingkat provinsi 2025 berkat status wildcard tanpa harus melalui babak kualifikasi. Pada Popda tahun ini, tim putra akan diwakili oleh SMA Al Ma’ruf Kudus.
Tak lupa, Haby juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus atas dukungan penuh selama masa pembinaan.
“Semua kebutuhan selama latihan, termasuk konsumsi, ditanggung sepenuhnya oleh dinas. Ini sangat membantu proses pengembangan atlet,” tuturnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi tim voli putri Kudus dalam menghadapi persaingan yang lebih sengit di tingkat provinsi.
Ali Bustomi













