blank
Karni bertugas membersihkan lingkungan Tirtonadi, Senin 5 Mei 2025. Foto: Kudnadi Saputro Blora

Hanya, lagi-lagi rezeki belum berpihak pada dirinya. Di tahun 2010, dia mengikuti tes PNS namun gagal.

Kegagalan untuk menjadi abdi negara untuk kedua kalinya itu, tidak lantas membuat dirinya nglokro atau patah arang. Dengan memegang prinsip rejeki sudah ada yang mengatur, Karni tetap setiap mengabdi kepada negara, sebagai tenaga kebersihan di Dinporabudpar Blora.

Jodo, rejeki dan pati memang sepenuhya Allah yang empunya. Hingga akhirnya kesempatan untuk diangkat menjadi pegawai, meski P3K akhirnya datang, di masa pemerintahannya Arief Rohman. Seperti beberapa rekan lainnya, dia mengikuti tes penerimaan pegawai P3K di Semarang.

Hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai tenaga P3K di lingkungan Pemkab Blora, dan dilantik oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Selasa (29/4/2025), bersama sekitar 1.047 pegawai PPPK lainnya.

Berharap adanya nikmat lain dari Allah yang lebih banyak, Karni menyatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dengan status yang disandangnya saat ini, yakni sebagai karyawan P3K yang bertugas sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Tirtonadi.

”Saya harus bersyukur meski hanya sekitar 1 tahun lagi pensiun. Sekali lagi terimakasih Pak Bupati Arief. Mohon maaf kalau selama ini saya ada salah,” jelas  Karni mengakhiri kisah perjuangannya untuk menjadi pegawai P3K di lingkungan Pemkab Blora.

Ditanya suka duka sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Tirtonadi? “Kalau yang cerita duka tidak usah diungkapkan lah. Yang senang-senang saja, toh selama saya membersihkan lingkungan Tirtonadi ini enjoy saja. Bisa bergaul dengan banyak orang dan mendapatkan banyak pengetahuan,” tandas Karni. Kudnadi Saputro