blank
Pengurus Pelti Kabupaten Magelang periode 2024-2028 berfoto bersama usai pelantikan hari ini (Minggu 4 Mei 2025. Foto: eko

KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – KRAT Setyo Prihandono dipercaya sebagai Ketua Umum Persatuan Tenis Indonesia (Pelti) Kabupaten Magelang periode 2024-2028. Dia memiliki beberapa agenda untuk lebih menghidupkan cabang olahraga tersebut.

Pelantikan pengurus dilakukan di Lapangan Tenis Mendut, Kabupaten Magelang, Minggu (4 Mei 2025), oleh Ketua Pengprov Pelti Jateng, Samarinda. Diawali dengan pengucapan kata pelantikan, dilanjutkan penandatanganan naskah SK pelantikan dan penyerahan Panji Pelti dari Ketua Pengprov Pelti Jateng kepada Ketua Pelti Kabupaten Magelang.

Sesuai SK Pengprov Pelti Jateng Nomor: 068/SK.20/peltijawatengah/XI/2024, tanggal 9 November 2024 tentang Penetapan dan Pengesahan Pengurus Pelti Kabupaten Magelang 2024-2028, selaku Ketua Umum Setyo Prihandono, Ketua 1 dan 2 Firman Dwi Prabowo dan
Slamet Basuki. Sekretaris 1-2 adalah Prayitno Abadi – Noviana Ita Saputri. Bendahara 1-2 adalah Tutik Sugiarti dan Robai.

Kepengurusan dilengkapi dengan bidang Dana dan Prasarana, bidang Organisasi, serta bidang Litbang. Ditopang komisi Pelatihan, Perwasitan, Pertandingan. Ada pula bidang Pembinaan yang ditopang komisi binaan yunior dan senior.

Ketua Pelti Jateng, Samarinda, dalam acara yang dihadiri beberapa ketua Pelti daerah tetangga itu memberi ucapan selamat kepada pengurus baru. Dia berharap dapat sukses dalam memimpin Pelti periode 2024-2028. Dia memuji program yang dilontarkan Setyo Prihandono.

“Saya hanya akan Tut Wuri Handayani saja,” tuturnya. Itu merupakan program Ki Hajar Dewantara yang artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan.

Dana Hibah

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), Kabupaten Magelang, Mulyanto, dalam kesempatan itu membacakan sambutan Bupati Grengseng Pamuji. Dia memberikan ucapan selamat. Dengan harapan Pelti akan semakin maju dan berkembang dalam mempromosikan olahraga Tenis Lapangan di daerah itu.

Menurutnya, Pelti memiliki peran dalam mengembangkan dan mengatur berbagai kegiatan. Olahraga Tenis selain menjaga kesehatan dan kebugaran, juga menjadi sarana untuk mengembangkan bakat dan prestasi atlet. “Oleh karena itu saya berharap pengurus Pelti dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama dia sebutkan, tanggal 2 Mei 2025, SK Dana Hibah KONI, Kormi, KNPI, sudah ditandatangani oleh Bupati. Maka pencairan dananya tinggal menunggu proses lebih lanjut.

Cari Investor

Ketua Umum Setyo Prihandono menyebutkan, sebenarnya Muskab Pelti sudah dilaksanakan akhir tahun lalu. Tapi karena banyak kegiatan, maka pelantikan pengurus baru dilakukan saat sekarang. “Pelti Kabupaten Magelang akan membuat beberapa even yang sudah kami programkan,” katanya.

Disebutkan, Pelti Kabupaten dan Kota Magelang sudah seperti saudara kandung. Ke depan ada beberapa program yang akan dilakukan bersama. Tujuannya untuk memajukan Tenis se-Magelang Raya.

blank
Ketua Pelti Jateng (kanan) memberi ucapan selamat kepada Ketua Pelti Kabupaten Magelang. Foto: eko

Selama ini kalau mengadakan kegiatan selalu berkoordinasi dengan Pelti Kota Magelang. Termasuk dalam hal penggunaan lapangan. Mengaca perkembangan di Kota Magelang levelnya sudah internasional.

Terkait hal itu dia menyatakan sudah berdiskusi dengan Bupati, akan mencari investor untuk mengembangkan stadion olahraga milik Kabupaten Magelang. Dia berupaya mencari bantuan dana APBN.

Di sisi lain, dia punya program men-tenis-kan Magelang. Dengan pertimbangan, di kancah provinsi sudah mengalami degradasi atlet. Maka dia punya inisiatif akan membuat perencanaan matang pada tahun depan. Dengan melibatkan beberapa pihak.

“Saya punya program one shool, one atlet for tenis,” katanya.

Dana BOS

Di Kabupaten Magelang jumlah sekolah dasar (SD) sekitar 500, SMP sekitar100. Maka ketika setiap sekolah mendelegasikan satu orang, maka akan memiliki calon atlet 600 orang. Program tersebut dimulai dari kelas 3 sekolah dasar.

Tentang anggarannya, akan diupayakan mencari dana lain tetapi tidak melanggar aturan. Yakni akan mengambil dana BOS. “Di Juknis BOS ada satu poin yaitu untuk ekstrakurikuler. Atau separo menggunakan dana BOS, separo menggunakan dana siswa,” tuturnya.

Kalau itu bisa dilakukan, maka tidak mengandalkan bantuan dana dari KONI. Karena anggaran KONI Kabupaten Magelang sebesar Rp 2 miliar untuk 35 cabang olahraga. Bila dibanding anggaran KONI di Jepara Rp 7 miliar, di Sleman Rp 12 miliar.

“Kita mau maju atau jalan di tempat,” tandasnya.

Diakui, wacana itu butuh kebijakan dari Bupati, Disparpora, dan Dinas Pendidikan.

Setyo Prihandono menambahkan, tak lama lagi, atau sekitar Juli, Pelti akan ada even nasional yang melibatkan atlet dari Kabupaten dan Kota Magelang. September dan November juga ada even antarpengurus Pelti se-Jateng.

Eko Priyono