
Yang telah berjalan seperti pilah sampah pada unit pemerintahan terkecil (RT-RW), eco-enzim, hingga rumah maggot.
Agustina juga menegaskan komitmennya untuk memberikan beasiswa kepada 8.220 siswa dari keluarga tidak mampu yang gagal bersekolah serta menuntaskan persoalan ijazah yang tertahan di sekolah-sekolah swasta.
“Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan, hari ini kami luncurkan Kartu Bus Gratis untuk pelajar dan mahasiswa ber-KTP Semarang,” ujarnya.
Lebih jauh, pihaknya akan segera menyelesaikan program-program infrastruktur yang berkaitan dengan jalan rusak, jembatan, hingga gorong-gorong secara maksimal pada tahun 2025 ini.
Termasuk memastikan setiap warga Kota Semarang mendapatkan layanan kesehatan dengan menambah kuota Universal Health Coverage (UHC).
“Juga memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja sektor informal dan rentan, serta membuka ruang-ruang publik agar lebih ramah dan dapat diakses siapa saja, salah satunya dengan Rumah Inspirasi di setiap kecamatan,” kata Agustin.
Dikatakan, Ini menjadi PR bagi dia untuk menghadirkan infrastruktur dasar kepada masyarakat.
“Infrastruktur yang bertumpu tidak hanya secara fisik, melainkan juga infrastruktur pendidikan, kebersihan, kesehatan, hingga kesetaraan,” ungkapnya.
Atas berbagai capaian positif tersebut, Agustina mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, para pemangku kepentingan, dan masyarakat yang telah memberikan perhatian dan dukungan sehingga Kota Semarang mampu melangkah lebih jauh dan berlari lebih kencang menjadi makin hebat.
“Mari kita rawat rasa cinta dan memiliki terhadap kota ini. Kita wujudkan Kota Semarang sebagai rumah dan tempat tinggal yang nyaman bagi siapa pun. Dan sebagai kado atas dukungannya selama ini, monggo masyarakat bisa naik BRT secara gratis mulai hari ini sampai tanggal 8 Mei nanti,” pungkasnya.
Hery Priyono













