JEPARA (SUARABARU.ID) – Pelajar Mengukir yang menjadi tema besar peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 Tingkat Kabupaten mendapatkan pujian dari Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Jepara, Andang Wahyu Triyanto. Bahkan ia menyebut kegiatan tersebut menggambarkan optimisme pelestarian seni ukir Jepara tetap ada.
Menurut Andang, demikian ia akrab dipanggil, dalam pelestarian budaya bagian terpenting adalah lembaga pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan dan minat anak-anak pada budaya di tengah-tengah gempuran budaya yang sangat dahsyat.

“Karena itu lomba ukir pelajar yang diikuti oleh 1000 lebih siswa merupakan kegiatan yang sangat inspiratif. Apalagi kemudian didukung dengan peluncuran buku ajar seni ukir bagi pelajar SD/MI dan SMP/MTs,” ujar Andang Wahyu Triyanto yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Dengan demikian bukan hanya kegiatan serimonial, tambahnya
Selanjutnya menurut Andang perlu dilakukan pelatihan bagi para guru SD/Mi dan SMP/MTs agar mereka memiliki ketrampilan dasar untuk mengelola pembelajaran seni ukir di satuan pendidikan yang diampunya. Sebab saat ini tidak banyak sekolah yang memiliki guru dengan kompetensi mengajar seni ukir.

Hal penting lainnya adalah pengadaan pahat untuk setiap sekolah yang salah satunya bisa mengunakan dana BOS. “ Pahat ini menjadi kebutuhan dasar bagi pembelajaran seni ukir,” terangnya.
Menurut Andang jika kegiatan semacan Pelajar Mengukir ini bisa dilakukan secara rutin disertai pembelajaran yang baik di SD/MI, dan SMP/MTs diharapkan dapat mendorong anak-anak Jepara untuk mengambil program studi Kriya Kayu di SMKN 2 Jeepara yang salah satu kompetensinya adalah seni ukir.
“Tentu harus ada insentif bagi anak-anak kita yang mau mengambil jurusan ini. Sebab mereka nantinya akan menjadi pewaris budaya Jepara yaitu seni ukir,. Kami tentu siap untuk bekerjasama dan mendukung” pungkas Andang. Juga pelestaran seni ukir yang dilakukan oleh komunitas-komuntas pelestari
Hadepe













