JEPARA (SUARABARU.ID) – Gelaran akbar Peringatan Hardiknas Tingkat Kabupaten Jepara yang dikemas dalam Gelar Karya, Pentas Seni dan Pelajar Mengukir yang berlangsung hari Jumat – Sabtu 2-3 Mei 2025 di Alun-alun Jepara resmi ditutup. Penutupan acara dilakukan oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Muh Taksin.
Penutupan acara yang melibatakan ribuan pelajar tersebut ditandai dengan penyerahan hadiah lomba kepada pemenang. Penyerahan dilakukan oleh Muh Taksin, jajaran Forkopimda, Kepala Disdikpora Ali Hidayat dan Plh Kepala Kantor Kemenag Badrudin.

Dalam sambutannya Bupati Witiarso Utomo memuji rangkaian kegiatan peringatan Hardiknas yang dinilai berhasil. “Saya juga melihat antusiasme masyarakat dan insan pendidikan yang demikian luar biasa,” ujarnya.
Karena itu ia minta agar momentum tersebut dijadikan titik tolak untuk terus mengembangkan pendidikan menuju Jepara Mulus Pendidikannya. “Berkaca dari indikator kinerja bidang pendidikan, termasuk Rapor Pendidikan tahun 2024 yang terbit tahun 2025, saya memberikan apresiasi atas capaian positif kita.

Menurut Witiarso Utomo, keberhasilan Kabupaten Jepara dalam mempertahankan Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan dalam kategori Tuntas Madya (skor 82,34) harus diapresiasi. Dari berbagai indikator penilaian, kemampuan kita mempertahankan SPM ini di antaranya karena kita berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa (dari angka 74 pada tahun 2023, menjadi 83 pada tahun2024, dan tahun ini naik lagi ke angka 87).

Ia juga mengungkapkan, kemampuan numerasi, skornya juganaik (dari 59 di tahun 2023, ke angka 74 pada tahun 2024, dan 85 pada tahun 2025). “Semua ini adalah hasil kerja keras Bapak/Ibu jajaran dinas dan kementerian, para kepala sekolah, guru, tenaga pendidik, pengawas, penilik, dan jajaran pendidikan lain, serta tentu saja dukungan para orang tua. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya,” ujarnya

Ia berharap, tahun depan SPM ini dapat kita naikkan mendekati “Tuntas Utama” (berada dalam rentang skor 90 sampai 99). Demikian pula dengan parameter kinerja kunci bidang pendidikan yang lain. Dalam upaya meningkatkan Rapor Pendidikan ini, tentu banyak tantangan yang masih perlu kita benahi, yakni pada beberapa indikator penting yang nilainya belum ideal.

Karena itu ia minta jajaran pendidikan lebih mencermati Rapor sekolah masing-masing sehingga bisa melakukan peningkatan kinerja pada indikator-indikator spesifik yang masih lemah. “Tingkatkan kolaborasi, inovasi, dan keteladanan dalam mendidik,” pintanya

“Saya percaya, dengan kerja sama semua pihak: sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah, pelayanan pendidikan kita akan meningkat, dan kualitas pendidikan di Kabupaten Jepara semakin maju,” pungkasnya.
Hadepe













