
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Akhmad Zayadin menyebut, antusiasme provinsi menjadi tuan rumah MTQ sangat tinggi. Jawa Tengah dinilai menunjukkan kesiapan konkret, termasuk dalam aspek venue, akomodasi, dan dukungan masyarakat.
Dikatakan dia, MTQ bukan hanya syiar, melainkan sekaligus sebagai ajang ekspos hasil pembangunan.
“Terbukti saat kami selenggarakan di Kalimantan Timur, dampak ekonominya sangat tinggi, mencapai lebih Rp2 triliun, mulai akomodasi, konsumsi, sampai wisata. Berkahnya tidak hanya komunitas muslim, tapi juga komunitas lain,” ucapnya.
Sebagai informasi, Pemprov Jateng sendiri telah menyiapkan Kota Semarang sebagai lokasi utama. Pembukaan dan penutupan rencananya akan dipusatkan di lapangan Simpang Lima.
Kegiatan MTQ akan diisi pula dengan pawai taaruf sepanjang 2,2 kilometer, gala dinner outdoor, dan penutupan diisi oleh band nasional, serta salawatan.
Selain lapangan Simpang Lima, venue lomba juga tersebar di beberapa titik. Di antaranya Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah, GOR Universitas Muhammadiyah Semarang, dan lainnya.
R. Widiyartono













