
Bisa jadi buruh memiliki satu kendaraan bermotor, namun digunakan oleh suami atau istri maupun anak untuk kebutuhan lain.
Dengan begitu, armada bus menjadi transportasi pilihan para buruh dari rumah menuju tempat kerja. Pemangkasan tarif ini diharapkan bisa menekan pengeluaran harian buruh.
Adapun terbosan kedua, Ahmad Luthfi mewajibkan perusahaan yang ada di kawasan industri menyediakan day care bagi anak-anak buruh. Ia sudah membuat surat edaran untuk merealisasikan hal tersebut.
Salah satu day care yang sudah tersedia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Day care tersebut bisa menampung 40 anak dengan jam operasional mulai 07.00 sampai 16.00 WIB.
Fasilitas yang diberikan pun terbilang mewah. Ruangan ber AC, ada bermacam mainan edukasi, matras tempat tidur yang nyaman.
Day care iki juga dikelola oleh sejumlah pengasuh yang profesional dalam merawat dan mendidik anak.
Ahmad Luthfi juga menyempatkan diri masuk ke ruangan day care dan menyapa anak-anak.
“Ruangannya nyaman sekali. Jangankan anak, saya juga mau nongkrong di situ,” canda Luthfi.
Melalui day care ini, lanjut Mantan Kapolda Jateng ini, memudahkan buruh dalam merawat dan mendidik anaknya.
Hal ini juga memberikan keuntungan bagi perusahaan, karena buruh yang anaknya dititipkan di day care, bekerjanya menjadi lebih fokus, sehingga produktivitas bisa meningkat.
Pengelola Daycare KITB, Etika Umi Romlah mengatakan, pelayanan diberikan pada anak usia 2-6 tahun.
Pelayanan yang diberikan berupa pendidikan karakter hingga kesehatan. Pengasuh anak yang ditugasi mendidik pun harus memiliki kualifikasi yang profesional.
“Minimal sudah pernah bekerja di bidangnya 10 tahun. Karena harus memberikan pendidikan karakter bagi anak,” kata Umi.
Selain mengecek day care, Ahmad Luthfi juga mengecek rumah perlindungan pekerja perempuan dan masjid yang menjadi tempat ibadah di kawasan industri tersebut.
R. Widiyartono













