blank
Rombongan Komisi C DPRD Wonosobo dan Dinas terkait ketika berkunjung ke lokasi patung Biawak di Desa Krasak Selomerto. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Rombongan anggota Komisi C (Bidang Infrastruktur) DPRD Wonosobo melakukan kunjungan ke lokasi patung Biawak di Desa Krasak Selomerto, Senin (28/4/2025).

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi C DPRD Wonosobo, Wahyu “Lembu Suro” Nugroho didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), Agus Susanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Endang Lisdyaningsih, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Afton Riza Fazani dan Camat Selomerto Mitro Sambodo.

Lembu Suro-sapaan akrab Wahyu Nugroho menyebut, viralnya patung Biawak di Desa Krasak tersebut menjadi sejarah baru bagi desa penghasil buah durian itu. Karena setelah viral adanya patung Biawak Desa Krasak kini menjadi lebih terkenal.

“Viral kedua, publik heran dengan keberadaan patung Biawak yang mirip aslinya itu, biaya pembuatannya hanya Rp 50 juta. Padahal biaya pembuatan patung lain di luar daerah bisa menghabiskan anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Ini sungguh luar biasa,” katanya.

Karena patung Biawak tengah menjadi destinasi wisata baru di Wonosobo, pihaknya meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait maupun pemerintah Desa Krasak bisa melengkapi fasilitas lainnya. Sebab, saat ini banyak warga, termasuk dari luar daerah, terus berdatangan ke lokasi berdirinya patung Biawak.

“Di sekitar lokasi berdiri patung Biawak perlu ditata tempat parkir, tempat berjualan bagi pedagang. Karena di bawahnya ada Sungai Krasak, maka perlu pula dikembangkan pembangunan fasilitas wisata dan olahraga arung jeram,” tandasnya.

Untuk menjaga keamanan bagi pengunjung, pihak Disperkimhub Wonosobo telah memasang barier (pembatas) jalan di sebelah kanan dan kiri jalan lokasi patung Biawak. Sebab, sejak viral di media sosial beberapa waktu terakhir ini, dari pagi hingga malam hari, banyak pengunjung yang datang ke lokasi patung Biawak berdiri itu.

Beberapa petugas Linmas maupun Karang Taruna Desa Krasak juga tampak berjaga dan mengatur laju lalu lintas motor maupun mobil yang lewat. Anggaran untuk pengadaan fasilitas pendukung nanti akan disiapkan dari pemerintah daerah maupun pemerintah Desa Krasak.

Ketua Komisi C DPRD dari Fraksi PDIP Perjuangan itu, berharap ke depan di setiap kecamatan bisa didirikan patung baru sesuai dengan kekhasan, budaya maupun kearifan lokal daerah tersebut. Patung yang lebih ikonik juga perlu dibangun di tempat-tempat wisata yang sudah ada untuk lebih menarik wisatawan.

Muharno Zarka