Oleh : Hadi Priyanto
Ada yang menarik pada hari kedua Expo Gelar Karya Tugas Akhir Produk Kreatif Siswa SMKN 2 Jepara, Selasa 29 April 2025. Sebanyak 105 siswa jurusan Tata Busana telah menampilkan puncak pencapaiannya setelah selama hampir 3 tahun belajar di sekolah tersebut.
Acara itu dibuka dengan penampilan Jepara Carnival besutan Bayu Supriyanto dari Luna Art yang selama ini berkolaborasi dengan Jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara, termasuk melahirkan Jepara Carnival tahun 2015.

Mereka menampikan 105 model busana dengan tema Korean Style dan Model Cheongsam China. Hebatnya, semua busana yang ditampilkan menggunakan bahan wastra Jepara, tenun Troso dan Batik Jepara.
Mereka bukan mampu melahirkan karya, tetapi telah berani memeragakan busana ciptaannya di panggung fesyen dengan disaksikan oleh ratusan orang tua, guru dan siswa lainnya.

Proses hingga panggung itulah yang oleh Nur Aini, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara disebutnya sebagai membangun karakter dari atas panggung fesyen. Ada peran sekolah, guru, orang tua, dunia usaha tempat siswa magang hingga kreatifitas siswa.

Juga ada peran Indra Gunawan dan Leonardus Toni Segiawan dari Alalea Mode Yogyakarta yang telah membimbing siswa dalam menyelesaikan tugas akhir. Keduanya membimbing siswa mulai penemuan ide, pembuatan desain, menjahit, hingga proses akhir tampil di panggung fasien. Tentu ada peran besar para guru Tata Busana SMKN 2 Jepara.

Dalam peragaan busana 105 siswa tersebut ditampilkan dua jenis mode busana yaitu K-Pop Fashion atau Korean style adalah gaya berpakaian yang terinsiprasi dari gaya orang Korea. Awal mula tersebarnya gaya berpakaian ala Korea salah satunya adalah karena para penggemar yang menirukan gaya berpakaian idolanya.

Keunikan dari fashion ala Korea adalah sangat identik dengan warna pakaian yang cerah dan netral mudah untuk dipadu padankan sangat cocok dengan tubuh dan warna kulit orang Asia.
Dalam membuat busana ini siswa menggunakan kain tenun Troso dan Toyobo sebagai kombinasinya hingga busana memberikan kesan santai namum terlihat mewah saat di pakai.

Jenis lain adalah Busana Cottagecore. Cottagecore menjadi salah satu gaya yang sedang tren di kalangan anak muda. Cottagecore adalah sebuah istilah yang merujuk pada konsep gaya hidup masyarakat pedesaan yang ada di negara-negara Eropa sekitar tahun 1970-an.
Model ini meliputi gaya hidup dalam keseharian seperti gaya berbusana, makanan, berkebun, memasak, interior, berpiknik, hingga menikmati alam.

Siswa tamilkan karya dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Foto: HadepeKarakter vokasi ini menurut Indria Mustika, Guru Tata Busana SMKN 2 Jepara yang pernah menjadi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran SMK Provinsi Jawa Tengah, meliputi karakter inti individu meliputi kejujuran, ketaqwaan, kemandirian, kreatif, dan inovatif.
“Disamping itu siswa juga dibekali dengan karakter sosial seperti menghormati orang lain, kooperatif, komunikatif, kerja tim dan kolaborasi,” ujar Indria Mustika

Sementara Plt Kepala SMKN 2 Jepara Sugiyanto mengungkapkan, melalui pembelajaran yang terstruktur dengan baik, ketika siswa lulus dari Jurusan Tata Busana, mereka telah memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisir kegiatan, memecahkan masalah, berorientasi pada usaha, memiliki kemampuan manajemen diri, dan pembelajaran teknologi.
Penulis adalah Wartawan Suarabaru.id













