blank
Mobil Avanza yang terlibat dalam kecelakaan ini mengalami kerusakan parah setelah tertimpa triplek. Foto:  Sat Lantas Polres Grobogan.

Benturan berat dari tripleks mengakibatkan kerusakan parah pada mobil dan luka-luka pada penumpangnya. Penumpang mobil Widianto mengalami robekan di telapak tangan kanan dan lecet di dahi, sedangkan Ahmad Turmudi, yang duduk di sebelah kiri sopir, mengalami luka robek di siku tangan kiri dan lecet di jempol kaki kanan.

Korban lainnya, Inayah Wulandari, mengalami cedera kompresi ringan dan cedera di leher, sementara Kusmiyati yang berusia 70 tahun mengalami luka robek di dahi.

Korban Sufinah, yang juga berada di dalam mobil, mengalami luka robek di kepala dan dicurigai mengalami fraktur di tangan kanan. Empat dari kelima korban ini merupakan warga Kecamatan Tanggunharjo, Kabupaten Grobogan, Kelima korban langsung dievakuasi ke rumah sakit oleh tim medis dari Puskesmas Geyer.

AKP Bimo menambahkan, kerugian materiil akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp10 juta. Mobil Avanza dan truk trailer saat ini sudah diamankan di Unit Laka Polres Grobogan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Bimo mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, untuk memperhatikan kondisi kendaraan dan muatan sebelum melakukan perjalanan jauh.

“Pemeriksaan kelayakan tali pengikat muatan adalah hal kecil, tapi bisa menyelamatkan banyak nyawa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar para pengemudi lebih memperhatikan marka jalan, terutama di jalur-jalur rawan seperti tanjakan, turunan, dan tikungan tajam.

“Keselamatan bukan hanya soal sampai tujuan, tapi soal bagaimana kita berbagi jalan dengan sesama pengguna jalan,” tambah AKP Bimo.

Dari olah TKP yang dilakukan unit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan, petugas menemukan adanya unsur kelalaian yang dilakukan pengemudi truk saat mengemudikan kendaraannya. Pihaknya mengimbau kepada seluruh pengusaha angkutan barang agar memperhatikan keamanan muatan, agar insiden serupa tidak terulang kembali.

“Kita semua berharap ini menjadi pelajaran berharga. Setiap nyawa di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga keselamatan, bukan hanya untuk diri kita, tapi juga untuk keluarga yang menunggu kita pulang,” pungkas AKP Bimo.

Tya Wiedya