blank
Pasangan suami-istri Suhudi-Etika Umi Romlah berdialog dengan Sesmen Kemendukbangga di PAUD Ibunda miliknya. Foto: R. Widiyartono

Sebelum berkunjung ke KITB, Asmen Kemendukbangga juga mengunjungi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Ibunda di Desa Lebo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Pemilik yang juga kepala sekolah PAUD Ibunda, Etika Umi Romlah SE, SPd, mengatakan lembaganya merupakan day care atau penitipan anak.

“Ada 187 anak yang dititipkan di sini. Ada yang dari pagi sampai jam sepuluh, tetapi ada juga yang sampai sore. Mereka datang diantar orang tua dan pulangnya dijemput,” kata Etika Umi Romlah.

Umi Romlah menuturkan, dulu sekian puluh tahun lalu, dia merasakan betapa repotnya menyekolahkan anak. “Sekolahnya jauh dan jalannya sangat jelek. Saya prihatin sekali, sehingga punya impian untuk membantu warga di bidang Pendidikan di sini,” tuturnya.

Sejalan dengan program Kemendukbangga/BKKBN terkait Quick Win untuk poin Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), PAUD Ibunda di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ibunda, yang berdiri sejak 2013 sebagai TK Ibunda pun menyediakan program PAUD untuk day care.

Luas tanah yang hamper 1.000 meter persegi yang semula bangunan milik Suhudi, suami Umi Romlah. Kemudian ada bantuan dana aspirasi dari anggota DPRD Batang yang digunakan untuk membangun bagian depan, di lantai 2 untuk tempat tidur siswa.

Tak Pernah Ikut Lomba

Dengan pengajar dan kurikulum yang baik, maka anak pun menjadi tertib. “Kami memang mengutamakan pendidikan karakter. Dan, kami tak pernah mengikutsertakan siswa dalam kegiatan lomba. Kami berpikir bahwa semua anak itu bintang,” kata Umi Romlah.

Anak-anak, pagi diantar orang tuanya. Kemudian mengikuti Pelajaran, dengan asuhan pengajar yang sabar dan telaten. Bahkan, pengajar menemani anak-anak tidur siang di ruang yang memang disediakan. Belasan anak tampak tenang tidur, meskipun bersama belasan anak lainnya.

“Ketika jam tidur, kita ajak mereka tidur. Mereka Lelah bermain, lalu diajak tidur dengan diberi tahu bahwa nanti saat dijemput semuanya siap,” tutur Umi Romlah.

Apa rahasia anak-anak bisa tidur bersama dan sangat lelap. Menurut Romlah, ini karena kebiasaan. Setelah mengikuti pelajaran dan bermain, mereka kemudian makan. Makannya pun terpenuhi nutrisinya, ada sayur, protein, buah, dan nasi yang setiap hari lauknya diganti. “Protein berasal dari tempe, tahu, dan telur secara bergantian. Kami ingin ada juga daging, tetapi anggarannya tidak mencukupi,” kata dia.

Dengan adanya KITB, yang menyediakan ruangan di salah satu tower untuk dya care, dia pun siap mengelola. “Pada awal memang gratis, kami diberi sewa ruangan itu. Tetapi ke depan harus membayar, karena ketentuan dari pemerintah ruangan yang ada di setiap tower itu harus sewa,” kata Romlah.

Dia mengaku berat, bila harus membayar sewa. Tetapi pihak KITB menyarankan untuk jalan saja dulu, karena Perusahaan ada CSR (corporate social responsibility). Nantinya untuk sewa didapat dari dana tersebut.