JEPARA (SUARABARU.ID) – Ekspose Kebaya Kartini yang dipaparkan oleh Indria Mustika, Guru SMKN 2 Jepara di Museum R.A. Kartini Jepara, Senin 21 April 2025 menarik perhatian istri Bupati Jepara, Ela Witiarso Utomo, S.H., M.Kn dan anggota Kompolnas Irjen Pol. Purnawirawan Ida Oetari serta istri Forkopimda Jepara. Apalagi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata ini juga dihadiri oleh canggah langsung R.A. Kartini, R.A Kartini Saniyyah Putri Citrani, S.E.

Saat melihat contoh kebaya Kartini, Ela Witiarso Utomo yang juga ketua Dekranasda Jepara dengan antusias menanyakan sejumlah ciri khas kebaya yang ditampilkan. Ia juga nampak berdialog dengan Saniyah Putri Citrani dan berfoto bersama.

Nampak hadir Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, Dandim 0719 Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi, Kepala Disparbud Muh Eko Uddyono dan sejulah kepala OPD lainya. Sementara ekspose kebaya Kartini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, kalangan pengusaha, guru hingga organisasi yang selama ini konsisten dalam penulisan dan penelitian sejarah RA. Kartini seperi Susi Ermawati Susendra, Daniel dan Tabroni.

Dalam paparannya Indria Mustika menjelaskan tentang kisi -kisi kebaya Kartini yang pernah disampaikan oleh cucu menantu R.A.Kartini, R.A. Sri Biyantini Budi Susalit tahun 2013.
Ciri-ciri tersebut antara lain bahan menggunakan katun polos, lengan licin, panjang lengan melebihi pergelangan tangan, lebar bahu lebih turun, panjang kebayanya sampai di bawah panggul, tidak membentuk badan, kupnat, mengunakan peniti dan renda air.

Sementara dalam dialog yang dipandu Lia Supardianik. Canggah RA Kartini, Saniyyah Putri Citrani, S.E. mengungkapkan kegembiraannya kebaya Kartini akan diajukan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. “Tentu kami keluarga Eyang Kartini menyambut ikhtiar baik dari pemerintah Jepara dan pendukung pengajuan ini,” ujarnya. Ia juga menyampaikan salam dari keluarga besar R.A. Kartini yang sekarang telah membentuk Lembaga Kartini Haritage Center.

“Kami sebagai keturunan Eyang Kartini tidak hanya ingin mewariskan abunya, tetapi kami juga ingin tetap menjaga api semangatnya dalam memberdayakan perempuan,” pungkasnya.
Hadepe













