MAGELANG(SUARABARU.ID)- Ribuan umat Katholik dari 13 wilayah di Paroki Santo Ignatius Kota Magelang mengikuti prosesi kirab 1.000 salib . Kirab 1.00 salib tersebut merupakan rangkaian ibadah Jumat Agung atau senggsara dan c
Pada kirab tersebut, para umat membawa salib dalam berbagai ukuran dan selesai prosesi kirab dan ibadah selesai,kemudian mendapatkan berkat dari prodiakon ( pelayan komuni, red) Gereja Katholik Santo Ignatius Kota Magelan. Selain itu, umat juga memakai pakaian adat dari berbagai daerah di nusantara.
“ Ïni merupakan kirab salib pertama yang dilaksanakan diKota Magelang. Rute yang dilewati peserta kirab nia dari Gereja Katholik Santo Ignatius di Jalan Yos Sudarso, kemudian melewati Jalan Veteran/ Jalan A Yani, Alun-alun Selatan dan kembali ke Gereja Katholik Santo Ignatius,” Ketua Panitia Kirab Salib. Albertus Indra Febriawan.
Indra mengatakan, para umat membawa salib pada kirab tersebut, ebagai simbol memperingati sesangsara hingga kematian Yesus di Bukit Golgota.
Menurutnya, pelaksanaan kirab salib tersebut selain dalam rangka senggsara dan kematian Yesus Kristus di kayu salib , juga untuk menyatukan keberagaman di Kota Magelang. diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Magelang.
“Secara kebetulan, di bulan April ini Kota Magelang juga genap berusia ke-1.119 Dan , umat Katholik diharapkan bisa memberikan kontribusinya bagi Kota Magelang,”katanya.
Ia menambahkan, prosesi kirab 1.000 salib tersebut juga diharapkan umat Katolik turut menghayati pesan-pesan yang tertuang dalam Alkitab. Yakni, mengingat bahwa Yesus menderita dan berkorban demi umat Katolik.
Kepala Paroki Gereja Santo Ignatius Kota Magelang Romo Alip Suwito Pr mengatakan, dengan kematian Yesus Kristus di kayu salib, umat Katholik Paroki St Ignatius Kota Magelang ingin sungguh-sungguh membawa toleransi keberagaman di dalam kasih dan berkat Tuhan. Yakni, ke-bhinekaan dan keberagaman di Kota Magelang akan lebih baik.
“Makna dari Kirab Salib ini, umat Katholik ingin ambil bagian dalam cinta Tuhan. Yakni pengorbanan Kristus yang ingin dipersembahkan untuk Kota Magelang,”katanya.
Romo Alip juga berharap, kegiatan kirab salib ini bisa menjadi tradisi dan agenda rutin dari gereja untuk Kota Magelang. Sehingga damai sejahtera, sukacita , toleransi beragama , selalu menetap di Kota Magelang.
“Ini menjadi harapan, agar tahun depan menjadi asset Kota Magelang dan menjadi destinasi wisata Sehingga, tidak hanya Larantuka yang menjadi tujuan wisata religi umat Katholik dan menjadi berkat bagi Kota Magelang, gereja dan sesama,”harapnya.
Usai kirab salib, umat kembali ke Gereja Katholik Santo Ignatius untuk mengikuti Misa Jumat Agung Pada kesempatan itu, juga juga dilakukan visualisasi penyaliban Yesus Kristus. Yakni, mulai Yesus disiksa oleh tentara Romawi hingga disalib di kayu salib di atas Bukit Golgota. W.Cahyono













