
Misalnya, lanjutnya, ke depan Gubernur Jateng meminta dirinya membantu mengoordinasi pertemuan dengan anggota DPR RI maka bisa dilakukan. Bahkan menjembatani pertemuan dengan menteri mitra, maka juga bisa dilakukan meski Ahmad Luthfi juga punya akses.
Hal yang sama disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Novita Wijayanti, anggota DPR RI Dapil 8 Cilacap dan Banyumas. Menurut dia, program ini menjadi ide bagus untuk memaksimalkan pembangunan Jateng. Apalagi, banyak program kementerian yang bisa didorong semua komisi di DPR RI agar direalisasikan di Jateng.
“Provinsi Jateng bisa memberikan informasi pada kita. Mana yang menjadi prioritas, sehingga itu harus diperjuangkan secara maksimal. Bisa kami sampaikan saat rapat dengan kementerian,” kata Novita.
Anggota Fraksi PKS di DPR RI Abdul Fikri Faqih juga memberikan pujian pada forum ini. Namun demikian, gagasan bagus ini perlu ditindaklanjuti dengan forum yang lebih kecil ,sehingga pembahasan lebih detil di pimpinan komisi.
Anggota Komisi V DPR RI dari Partai Nasdem, Fadholi menyebut, forum ini perlu diperkecil dengan komisi-Komisi di DPR RI. Komisi di DPR RI ada 1-13, dan masing-masing memiliki urusan berbeda-beda.
“Forum Senayan ini sangat luar biasa. Pembangunan Jateng jadi tanggung jawab kita bersama. Perlu ada diskusi per komisi di DPR RI. Semua komisi bisa komunikasi dengan menteri mitranya,” tutur Fadholi.
Target 5 Tahun ke Depan
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memaparkan, problem, solusi, hingga target pembangunan jangka lima tahun kedepan. Forum itu sendiri diadakan karena pembangunan Jateng tidak bisa dilakukan sendirian, lantaran keterbatasan anggaran.
“Dukungan anggaran APBN sangat diperlukan, karena Pendapatan Asli daerah (PAD) tak akan mencukupi,” kata mantan Kapolda Jateng ini.
Menurut Luthfi, sudah menjadi kesepakatan, ke depan ditindaklanjuti dengan forum-forum informal per komisi. “Harapannya, ada gandulan (program) dengan kementerian terkait,” jelas Ahmad Luthfi.
Mantan Irjen Kementerian Perdagangan ini juga memaparkan terkait program pembangunan Jateng di 2025. Yakni menuntaskan infrastruktur yang meliputi jalan, pendidikan dan infrastruktur swasembada pangan.
R. Widiyartono













