
Diskusi lintas negara
Ditemui di ruang kerjanya, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UKSW Ronny Prabowo, S.E., M.Com., Akt., Ph.D., menekankan pentingnya program internasionalisasi untuk mahasiswa di era globalisasi ini. “Keunggulan UKSW dalam program ini terletak pada pengembangan kurikulum yang selalu mengikuti tren global, termasuk ekonomi digital yang berkembang pesat. Kami berkomitmen untuk menyediakan pendidikan yang tidak hanya relevan di pasar domestik, tetapi juga di pasar global,” tuturnya.
Lebih dari sekedar kuliah, program COIL membuka peluang bagi mahasiswa UKSW untuk berdiskusi lintas budaya dengan mahasiswa BukSU Filipina, meningkatkan pemahaman mereka tentang topik-topik ekonomi global, dan mendapat sertifikat internasional yang tentunya akan memperkaya portofolio mereka.
UKSW juga memiliki rencana untuk mengembangkan program pertukaran mahasiswa dengan BukSU Filipina di masa depan. “Kami berharap COIL ini tidak hanya terbatas pada format daring, tetapi juga berkembang menjadi program pertukaran mahasiswa dan dosen antara kedua universitas,” tambah Ronny Prabowo, Ph.D.
Dalam program ini, mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari dosen ahli, seperti Yulius Pratomo, S.E., MIntDevEc., Ph.D., dari UKSW dan Dr. Cleopas Bette R. Jacutin dari BukSU Filipina yang akan membahas makroekonomi, yang mengajarkan akuntansi pendapatan nasional dan keseimbangan makroekonomi.
Ke depan UKSW berencana untuk memperluas program COIL ini ke fakultas lain di UKSW dan universitas-universitas lain di Asia Tenggara. Program ini diharapkan bisa menjadi model kerja sama internasional yang lebih luas, memberi manfaat jangka panjang bagi mahasiswa, dosen, dan universitas itu sendiri.
Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terakreditasi Unggul, UKSW telah berdiri sejak 1956 dengan 15 fakultas dan 63 program studi di jenjang D3 hingga S3. Terletak di Salatiga, UKSW dikenal dengan julukan Kampus Indonesia Mini, mencerminkan keragaman mahasiswanya yang berasal dari berbagai daerah.
Selain itu, UKSW juga dikenal sebagai “Creative Minority” yang berperan sebagai agen perubahan dan inspirasi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, UKSW mengukuhkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 pendidikan berkualitas, ke-9 industri, inovasi, dan infrastruktur, dan ke-17 kemitraan untuk mencapai tujuan.
Ning S