blank
Ucapan selatat HUT Kabupaten Grobogan menggunakan tanaman hidup berjajar di halaman Setda Kabupaten Grobogan.. Foto: Tya wiedya

Momen Boyong Grobog ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu persembahan tari-tarian menyemarakkan suasana Boyong Grobog ini, tahun ini ditiadakan.

“Ada beberapa momen yang dipangkas dalam Boyong Grobog ini, biasanya ada tari-tarian itu tidak ada. Kemudian, kirab yang biasanya menggunakan mobil, dilaksanakan dengan berjalan kaki, dan beberapa kereta kencana yang dipergunakan, mereka yang biasanya ikut kirab sudah menunggu di Pendapa,” kata Sekda Grobogan Anang Armunanto.

Kemudian untuk kegiatan tumpengan yang menjadi ciri khas pun ditiadakan lantaran berbarengan dengan bulan Ramadan 1446 Hijriyah. Warga berebut gunungan yang berisi sayur mayur hasil panen masyarakat Kabupaten Grobogan dengan harapan daerah ini gemah ripah loh jinawi.

“Ada tumpengnya tapi bentuknya berbeda. Kemudian ini ada gunungan, jumlahnya 21, itu sesuai dengan penghitungan sesepuh yang intinya harapannya ke depan Grobogan semakin maju, semakin lebih baik,” tambah Anang.

Tidak hanya itu, imbauan dari Pemkab Grobogan pun juga dilaksanakan oleh OPD, BUMD, BUMB dan stakeholder lainnya untuk mengirimkan ucapan selamat dengan menggunakan tanaman hidup.

Terlihat tanaman hidup berjajar rapi di halaman Setda Kabupaten Grobogan. Jika sebelumnya, penuh dengan karangan bunga yang mengganggu keindahan lingkungan.

Tya Wiedya