JEPARA (SUARABARU.ID) – Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna menegaskan DPRD Jepara akan mendukung sepenuhnya ikhtiar pelestarian seni ukir Jepara. Sebab seni ukir bukan saja telah menjadi kekuatan budaya, tetapi juga telah menjadi potensi ekonomi daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap struktur Produk Domestik Regional Brutto.
Hal tersebut diitegaskan Agus Sutisna saat menerima delegasi Yayasan Pelestari Ukir Jepara (Yayasan PELUKJEPARA) di ruang kerjanya Senin (3/3-2025). Ia didamping Wakil Ketua DPRD Junarso dan Pratikno. Pertemuan tersebut diwarnai dengan dialog yang berlangsung produktif
Sementara dari Yayasan Peluk Jepara hadir sejumlah pengurus, pengawas dan pembina yayasan. Mereka terdiri dari unsur pembina Sugiyanto, Kus Haryadi, pengawas Subagya. Sedang dari jajaran pengurus diwakili Ketua Umum Hadi Priyanto, Sekretaris Umum Suyoto, Wakil Kertua Ali Afendi dan Sutrisna.

Agus Sutisna juga minta kepada Yayasan Peluk Jepara untuk merancang kegiatan-kegiatan prioritas pelestarian seni ukir. “Strategi pelestarian dengan memanfaatkan Hari Ukir Nasional sebagai momentum untuk melestarikan seni ukir harus terus dilakukan,” tegasnya
Jia juga mengungkapkan kemungkinan menjadikan Seni Ukir sebagai Kekayaan Budaya Takbenda Unesco serta insentif bagi para pelajar yang bersedia ambil bagian dalam pelestarian seni ukir dengan memilih sekolah di SMKN 2 Jepara yang memiliki program studi Kriya Kayu dan Furniture,” pintanya. Karena itu ia minta agar Yayasan Peluk Jepara hadir dalam Musrenbang Tingkat Kabupaten Jepara Selasa (4/3-2024) hingga bisa menyampaikan konsep pelestarian seni ukir Jepara.
Sementara Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno mendukung usaha Yayasan Peluk Jepara untuk melestarikan seni ukir. “Namun satu hal yang harus dilakukan, upah perajin ukir harus mendapatkan perhatian. Jangan sampai upah tukang ukir kalah jauh dengan tukang kayu dan tukang baru,” tegas Pratikno
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Junarso, memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya pelestarian seni ukir. “Penyusunan peta jalan pelestarian ukir Jepara harus segera digarap bersama sebagai panduan semua fihak,” paparnya
Sebelumnya Ketua Umum Yayasan Peluk Jepara telah munguraikan program kerja dan strategi pencapaiannya. “Kami tentu memerlukan dukungan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kabupaten Jepara dan DPRD Jepara. Juga sinergitas dengan asosiasi pengusaha dan dunia pendidikan. Mustahil kita dapat melestarikan budaya yang telah mulai ditinggalkan pewarisnya dengan mengabaikan peran dunia pendidikan,” terang Hadi
Sementara Sugiyanto yang juga Kepala SMKN 2 Jepara mengungkapkan bahwa lembaga yang dipimpinnya memiliki prodi yang bersentuhan langsung dengan pengembangan dan pelestarian ukir. “Karena itu kami mengundang siswa baru untuk sekolah di SMKN 2 Jepara sembari ambil bagian dalam pelestarian budaya ukir,” ujarnya
Hadepe













